Story
Harga Emas Stabil di Atas $4.400 Setelah Rilis Data Inflasi AS Sesuai Ekspektasi

Summary
Harga emas bertahan di level tinggi karena investor mencerna data inflasi AS yang sesuai dengan perkiraan, menciptakan ketidakpastian mengenai langkah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.
Harga emas melanjutkan kenaikannya pada hari Rabu, bertahan stabil di dekat level $4.400 per ons troy seiring para investor mengevaluasi data inflasi Amerika Serikat yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar.
Pada pukul 09:26 ET (20:26 WIB), harga emas di pasar spot tercatat naik 1,1% menjadi $4.418,08 per ons troy. Sementara itu, kontrak berjangka emas juga menguat 0,8% ke level $4.478,10 per ons troy.
Data Inflasi AS Sesuai Proyeksi
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa laju inflasi tahunan sedikit melambat, yang berpotensi membuat jalur kebijakan suku bunga Federal Reserve menjadi lebih kompleks. Berikut adalah rincian data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Juli:
- IHK Tahunan: Turun tipis menjadi 3,4% dari 3,5% pada bulan Juni, sesuai dengan konsensus pasar.
- IHK Bulanan: Naik 0,1%, berbalik dari penurunan 0,4% di bulan sebelumnya, juga sejalan dengan perkiraan.
- IHK Inti Tahunan: Naik 2,5%, tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatil, sesuai ekspektasi.
- IHK Inti Bulanan: Naik 0,2%, sejalan dengan proyeksi.
Implikasi bagi Kebijakan The Fed
Data inflasi yang sesuai ekspektasi ini membuat pasar terbelah mengenai langkah The Fed selanjutnya. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September mendatang berada di angka 56%, sementara 44% pelaku pasar memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin.
AdBagi emas, tren inflasi sangat krusial. Kenaikan harga energi yang berkelanjutan dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Skenario ini akan meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil.
Faktor Pendukung Tambahan
Di luar data ekonomi AS, harga emas juga mendapat dukungan dari faktor lain. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah terkait kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz terus menjadi perhatian investor.
Selain itu, permintaan dari bank sentral tetap kuat. People's Bank of China (PBoC) dilaporkan menambah cadangan emasnya selama 21 bulan berturut-turut pada bulan Juli, dengan membeli sekitar 640.000 ons troy. Hal ini meningkatkan total cadangan emas Tiongkok menjadi 76,08 juta ons dan menandakan permintaan institusional yang solid.
Menurut Tony Sycamore, analis pasar senior di IG Group, emas saat ini menghadapi level resistensi teknis di sekitar $4.460. Penembusan level ini secara berkelanjutan diperlukan untuk membuka jalan menuju target berikutnya di level $5.000.