Story
Harga Emas Bertahan di Atas $4.500, Didukung Pelemahan Dolar dan Imbal Hasil Obligasi

Summary
Harga emas mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, bertahan di atas level kunci $4.500 per ons. Penguatan ini didorong oleh pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi Treasury setelah pengumuman program pembelian kembali.
Harga emas stabil di atas level kunci $4.500 per ons pada hari Jumat, menempatkan logam mulia ini di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Penguatan ini terutama didukung oleh pelemahan dolar AS dan upaya Departemen Keuangan AS untuk menekan imbal hasil obligasi jangka panjang.
Menurut data Investing.com pada pukul 22:12 ET, harga emas di pasar spot (XAU/USD) berada di level $4.520,71 per ons. Kenaikan selama sepekan ini telah mendorong harga emas naik sekitar 4%, dan berada di jalur untuk mengakhiri bulan Agustus dengan kenaikan lebih dari 11%.
Pendorong Utama Kenaikan Harga
Reli harga emas pekan ini sangat terkait dengan perkembangan di pasar obligasi AS. Departemen Keuangan AS (Treasury) mengumumkan akan menggandakan program pembelian kembali (buybacks) surat utang jangka panjang menjadi setidaknya $4 miliar per operasi selama kuartal berikutnya. Langkah ini secara efektif membantu menekan imbal hasil obligasi jangka panjang.
Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Kamis menyatakan bahwa pemerintah dapat meningkatkan pembelian tersebut lebih lanjut. Penurunan imbal hasil obligasi mengurangi biaya peluang (opportunity cost) untuk memegang emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil. Hal ini juga menekan dolar AS, membuat emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain. Indeks Dolar AS tercatat melemah lebih dari 0,8% sepanjang pekan ini.
Prospek Suku Bunga dan Data Ekonomi
AdData tenaga kerja AS terbaru turut menambah sentimen positif bagi emas. Klaim pengangguran mingguan yang sedikit menurun menunjukkan pasar tenaga kerja tetap relatif stabil. Kondisi ini membuat Federal Reserve tetap fokus pada pengendalian inflasi, sementara pasar memperdebatkan waktu langkah suku bunga berikutnya.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan probabilitas 64% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan September. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Konteks Geopolitik dan Diversifikasi Aset
Di sisi geopolitik, Menteri Keuangan Bessent mengatakan Amerika Serikat akan memberlakukan "sanksi terberat" dalam sejarah terhadap Iran. Ketidakpastian geopolitik dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas.
Analis di ANZ mencatat bahwa pergerakan harga pekan ini memperkuat status emas sebagai aset diversifikasi bagi investor yang ingin mengurangi eksposur terhadap dolar dan aset-aset AS. Reli emas di atas $4.500 didorong oleh ekspektasi bahwa upaya Treasury untuk mengelola imbal hasil jangka panjang akan berlanjut, yang pada gilirannya menekan dolar dan mendorong permintaan logam mulia.