Story

Harga Emas Menguat di Tengah Dolar yang Melemah, Kenaikan Dibatasi Prospek Suku Bunga Fed

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 8, 20262 min read
Harga Emas Menguat di Tengah Dolar yang Melemah, Kenaikan Dibatasi Prospek Suku Bunga Fed

Summary

Harga emas menguat pada hari Selasa karena reli tajam yen Jepang menekan dolar AS. Namun, kenaikan lebih lanjut dibatasi oleh risiko inflasi dari harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Text size
Background

Harga emas menguat pada Selasa, didukung oleh pelemahan dolar AS yang signifikan akibat lonjakan tajam nilai tukar yen Jepang. Namun, potensi kenaikan lebih lanjut bagi logam mulia ini tertahan oleh kekhawatiran inflasi yang berasal dari harga energi dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve.

Menurut data Investing.com pada pukul 22:08 ET (02:08 GMT), harga emas di pasar spot (XAU/USD) naik 0,5% menjadi $4.430,40 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka (Gold Futures) relatif tidak berubah di level $4.475,61 per ons.

Pelemahan Dolar Jadi Penopang Utama

Kenaikan harga emas terutama dipicu oleh reli berkelanjutan pada yen Jepang, yang mendekati level terkuatnya tahun ini terhadap dolar. Penguatan yen ini didasari oleh spekulasi pasar yang semakin kuat bahwa Bank of Japan (BOJ) akan segera menaikkan suku bunga acuannya.

Kondisi ini menekan Indeks Dolar AS, yang turun 0,2% ke level 98,76. Pelemahan dolar secara umum menguntungkan emas, karena membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar ini menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.

Risiko Inflasi dan Kebijakan The Fed Membayangi

Sample IUX Markets – In-articleAd

Meski mendapat dukungan dari pelemahan dolar, kenaikan harga emas dibatasi oleh beberapa faktor makroekonomi. Risiko inflasi kembali mencuat seiring kenaikan harga minyak, dengan minyak mentah Brent mendekati level $100 per barel akibat ketegangan baru antara AS dan Iran di Selat Hormuz.

Di sisi lain, pasar terus memperhitungkan kemungkinan 60% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Ekspektasi ini menguat setelah rilis data nonfarm payrolls AS yang lebih kuat dari perkiraan pada pekan lalu. Menurut Tony Sycamore, analis pasar senior di IG, kombinasi dari laporan ketenagakerjaan yang solid dan harga energi yang tinggi berpotensi mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yields) lebih tinggi, yang akan menjadi tekanan tambahan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Fokus Investor Beralih ke Data Inflasi AS

Perhatian investor kini tertuju pada rilis data harga konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan akhir pekan ini. Data inflasi ini akan menjadi acuan penting yang dapat menentukan apakah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed akan berlanjut atau mereda.

Sementara itu, permintaan dari bank sentral terus menjadi penopang harga emas. People's Bank of China (PBOC) dilaporkan mengakselerasi pembelian emasnya pada bulan Agustus ke level bulanan tertinggi sejak 2023, memberikan level support bagi harga di tengah dinamika pasar global.

Back to latest news

LATEST