Story

Imbal Hasil Obligasi Jerman Bertahan di Puncak Satu Pekan di Tengah Lonjakan Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 12, 20262 min read
Imbal Hasil Obligasi Jerman Bertahan di Puncak Satu Pekan di Tengah Lonjakan Minyak
Text size
Background

Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman (Bund) bergerak di dekat level tertinggi dalam satu pekan pada hari Rabu, karena lonjakan harga minyak mentah yang terus-menerus dan inflasi domestik yang meningkat menekan pasar utang negara Eropa.

Tekanan dari Minyak dan Inflasi

Kenaikan imbal hasil didorong oleh beberapa faktor utama. Harga minyak mentah acuan naik untuk sesi keenam berturut-turut, dengan minyak Brent mendekati $89 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk perselisihan antara AS dan Iran serta serangan baru oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman, yang mengganggu jalur pelayaran komersial.

Secara domestik, tekanan harga juga meningkat. Data final yang dirilis oleh Destatis pada hari Rabu mengonfirmasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Jerman naik menjadi 2,8% secara tahunan (yoy) pada bulan Juli, meningkat dari 2,3% pada bulan Juni. Angka ini menyoroti inflasi yang masih persisten, terutama dari biaya jasa dan energi, yang mempersulit prospek kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Dampak Pasar dan Prospek Suku Bunga

Imbal hasil Bund 10-tahun yang menjadi acuan berada di level 3,15%, sedikit di bawah puncak sesi sebelumnya yang merupakan level tertinggi sejak 3 Agustus. Sementara itu, imbal hasil 2-tahun Jerman yang sensitif terhadap suku bunga juga bertahan di dekat level tertinggi mingguan sekitar 2,78%.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pergerakan ini mencerminkan ekspektasi pasar yang telah memupus harapan akan adanya pelonggaran kebijakan atau pemangkasan suku bunga oleh ECB pada musim gugur. Sentimen ini merupakan pembalikan dari akhir pekan lalu, ketika data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan sempat memicu reli obligasi global secara singkat.

Fokus Beralih ke Data Inflasi AS

Perhatian pasar obligasi global kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen AS yang dijadwalkan pada hari Rabu. Para pelaku pasar akan mencermati data ini untuk mencari konfirmasi bahwa tren disinflasi yang lebih luas tetap utuh.

Data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan berisiko memicu gelombang aksi jual obligasi global lebih lanjut. Hal ini berpotensi mendorong imbal hasil Bund acuan ke level tertinggi baru dalam beberapa bulan.

Back to latest news

LATEST