Story
FTSE 100 Menguat Didukung Saham Tambang di Tengah Kenaikan Harga Logam

Summary
Indeks acuan Inggris, FTSE 100, bergerak lebih tinggi pada hari Rabu, didorong oleh reli di sektor pertambangan menyusul kenaikan harga logam. Investor juga mencermati data inflasi Inggris yang sesuai ekspektasi dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Indeks FTSE 100 di London menguat pada perdagangan hari Rabu, didukung oleh kenaikan signifikan pada saham-saham pertambangan yang terangkat oleh reli harga logam. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data inflasi Inggris yang sedikit meningkat namun sesuai perkiraan, serta upaya diplomatik Tiongkok untuk mendorong de-eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada pukul 07:27 GMT, indeks FTSE 100 naik 0,45%. Kenaikan ini sejalan dengan bursa utama Eropa lainnya, di mana DAX Jerman menguat 0,26% dan CAC 40 Prancis bertambah 0,29%.
Saham Tambang Memimpin Penguatan
Sektor pertambangan menjadi pendorong utama kenaikan indeks, merespons lonjakan harga logam di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah. Saham emiten tambang logam mulia Fresnillo memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,88%.
Perusahaan tambang besar lainnya juga mencatatkan kinerja positif:
- Antofagasta naik 2,8%
- Anglo American menguat 1,86%
- Rio Tinto bertambah 1,16%
Kenaikan ini sejalan dengan harga komoditas, di mana perak melonjak 2,23% dan tembaga naik 0,61%. Di luar sektor tambang, saham pengembang properti Barratt Redrow menjadi yang berkinerja terbaik, melonjak 6,8% setelah melaporkan laba sebelum pajak yang disesuaikan sebesar £572,8 juta, melampaui konsensus pasar sebesar £540,3 juta.
AdData Inflasi dan Prospek Kebijakan Moneter
Kantor Statistik Nasional Inggris melaporkan bahwa inflasi tahunan naik menjadi 3,1% pada bulan Agustus, dari 2,9% pada bulan Juli. Angka ini sesuai dengan perkiraan para analis dan sebagian besar didorong oleh kenaikan biaya bahan bakar motor.
James Smith, ekonom pasar negara maju di ING, menyatakan bahwa kenaikan inflasi ini "telah diperkirakan secara luas". Ia mencatat bahwa inflasi inti tetap stabil di 2,6% dan inflasi pangan melambat, menunjukkan bahwa tekanan harga belum meluas. ING memperkirakan Bank of England akan "tetap menahan suku bunga hingga tahun 2027", dan data inflasi kali ini tidak akan menjadi pemicu kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Konteks Geopolitik dan Komoditas
Di panggung global, investor memantau perkembangan di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mendesak Washington dan Teheran untuk terlibat dalam konsultasi substantif guna meredakan ketegangan. Sementara itu, harga minyak mentah bergerak turun, dengan Brent turun 0,93% menjadi $107,74 per barel dan WTI turun 1,47% menjadi $104,27 per barel. Sebaliknya, harga emas berjangka naik 0,95% menjadi $4.373,70 per ons, mencerminkan permintaan aset aman di tengah ketidakpastian.