Story

FERC Pertimbangkan Reformasi Tata Kelola Jaringan Listrik Terbesar AS di Tengah Risiko Pemadaman

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 23, 20262 min read
FERC Pertimbangkan Reformasi Tata Kelola Jaringan Listrik Terbesar AS di Tengah Risiko Pemadaman

Summary

Regulator energi federal AS sedang mempertimbangkan reformasi besar untuk PJM Interconnection, jaringan listrik terbesar di negara itu, di tengah kekhawatiran atas transparansi, independensi, dan risiko pemadaman akibat lonjakan permintaan dari pusat data.

Text size
Background

Regulator energi Amerika Serikat sedang mendorong reformasi tata kelola yang signifikan untuk PJM Interconnection, jaringan listrik terbesar di negara itu, dengan fokus pada peningkatan independensi dan transparansi. Langkah ini diambil seiring meningkatnya risiko pemadaman listrik akibat lonjakan permintaan dari pusat data sementara pasokan listrik baru terbatas.

Sorotan pada Tata Kelola dan Transparansi

PJM, yang melayani 67 juta warga Amerika di wilayah Mid-Atlantic dan Midwest, menghadapi tantangan kekurangan pasokan dan lonjakan harga listrik selama dua tahun terakhir. Dalam sebuah konferensi teknis yang diadakan oleh Federal Energy Regulatory Commission (FERC), para pejabat pemerintah dan eksekutif industri menyuarakan keprihatinan atas struktur tata kelola PJM saat ini.

Kritik utama ditujukan pada kurangnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan dewan manajemen PJM. Meskipun ratusan anggota, termasuk pemilik transmisi dan operator pembangkit, memberikan suara pada aturan pasar, deliberasi dan pemungutan suara akhir oleh dewan umumnya dilakukan secara tertutup.

"Kami ingin dewan tidak diselimuti misteri atau kerahasiaan. Kami ingin tahu apa yang terjadi dan kami ingin tanggung jawab diuraikan dengan jelas," kata Wakil Menteri Energi AS, James Danly, dalam konferensi tersebut.

Usulan Reformasi dan Peringatan Risiko

Beberapa proposal reformasi yang dibahas mencakup pemberian independensi yang lebih besar kepada dewan manajer PJM dari para anggotanya yang memiliki hak suara. Ada kekhawatiran bahwa anggota dewan, yang menjabat selama tiga tahun, berisiko digulingkan jika mengambil sikap yang tidak populer.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Untuk mengatasi hal ini, beberapa solusi yang diajukan adalah:

  • Mewajibkan keputusan dewan untuk dipublikasikan.
  • Memperpanjang masa jabatan anggota dewan. CEO baru PJM, David Mills, menyarankan periode enam hingga sembilan tahun.
  • Memberikan negara bagian, termasuk gubernur, kekuatan pengambilan keputusan yang lebih besar di dalam PJM.

Peter Lake, direktur senior di Dewan Dominasi Energi Nasional Gedung Putih, memperingatkan bahwa ia melihat tanda-tanda bahaya di PJM yang serupa dengan kondisi menjelang kegagalan jaringan listrik besar-besaran di Texas pada tahun 2021. "Akar penyebab kegagalan itu adalah struktur tata kelola yang gagal dan proses pemangku kepentingan yang gagal, penyakit yang sama yang merugikan PJM saat ini," tegasnya.

Implikasi bagi Pasar Energi

Ketidakpastian tata kelola dan risiko pasokan di PJM memiliki implikasi signifikan bagi pasar energi dan investor. Wilayah yang dicakup PJM merupakan rumah bagi konsentrasi pusat data terbesar di dunia, yang kebutuhannya akan listrik terus meningkat secara eksponensial. Ketidakmampuan jaringan untuk mengimbangi permintaan ini dapat menyebabkan volatilitas harga yang ekstrem dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Sementara FERC mempertimbangkan perubahan ini, PJM sendiri telah mengusulkan serangkaian reformasi untuk meningkatkan kapasitas pembangkitan listrik, mempercepat koneksi pusat data, dan menghindari kekurangan pasokan. Hasil dari diskusi regulator ini akan sangat menentukan stabilitas dan keandalan pasar listrik di sebagian besar wilayah ekonomi AS.

Back to latest news

LATEST