Story

Imbal Hasil Obligasi Zona Euro Konsolidasi Setelah Aksi Jual Tajam di Bulan Juli

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 31, 20262 min read
Imbal Hasil Obligasi Zona Euro Konsolidasi Setelah Aksi Jual Tajam di Bulan Juli
Text size
Background

Imbal hasil obligasi pemerintah Zona Euro turun tipis dalam perdagangan yang tenang pada hari Jumat, karena aktivitas pembelian di akhir bulan membantu pasar melakukan konsolidasi setelah aksi jual tajam yang terjadi di awal pekan dan sepanjang bulan Juli.

Konsolidasi di Akhir Bulan

Imbal hasil obligasi acuan Jerman bertenor 10 tahun (Bund) turun menjadi 3,15%, sedikit mundur dari level tertinggi multi-minggu yang dicapai pada pekan ini. Sementara itu, imbal hasil obligasi Jerman bertenor dua tahun, yang sangat sensitif terhadap ekspektasi suku bunga, juga turun menjadi 2,771%.

Menurut Investing.com, pemulihan harga obligasi yang moderat ini terjadi setelah tekanan jual yang intens di pasar pendapatan tetap global. Pergerakan ini sebagian besar didorong oleh penyeimbangan kembali portofolio oleh para manajer investasi di akhir bulan, yang memberikan jeda sementara dari tren kenaikan imbal hasil.

Tekanan Jual Sepanjang Juli

Konsolidasi pada hari Jumat mengakhiri bulan Juli yang volatil bagi pasar utang Eropa. Selama sebulan terakhir, imbal hasil Bund 10-tahun Jerman telah melonjak sekitar 30 basis poin. Kenaikan biaya pinjaman ini dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Nada yang ambigu dari Federal Reserve AS.
  • Kenaikan harga minyak mentah akibat ketegangan di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran guncangan inflasi sekunder.
  • Data inflasi yang tetap tinggi dan sulit turun (*sticky*).
  • Kekhawatiran bahwa bank-bank sentral utama akan mempertahankan suku bunga tinggi untuk periode yang lebih lama.

Fokus Beralih ke Data Inflasi

Sentimen pasar tetap berhati-hati karena investor menantikan rilis data awal Indeks Harga Konsumen (IHK) Zona Euro untuk bulan Juli. Angka inflasi pendahuluan dari negara-negara anggota utama, termasuk Jerman, menunjukkan tekanan harga yang persisten yang didorong oleh biaya energi dan jasa yang tinggi.

Hal ini menjaga tekanan pada Bank Sentral Eropa (ECB) untuk mempertahankan sikap kebijakan yang restriktif. Para pelaku pasar pendapatan tetap akan memantau dengan cermat rilis data inflasi dan pernyataan dari pejabat bank sentral pada bulan Agustus untuk mencari petunjuk arah pasar obligasi selanjutnya.

Back to latest news

LATEST