Story
Harga Gas Eropa Naik di Tengah Serangan Laut Merah yang Ganggu Pasokan LNG

Summary
Kontrak gas acuan Belanda dan Inggris menguat karena serangan maritim yang terus-menerus di Timur Tengah menaikkan premi risiko dan menunda pengiriman gas alam cair (LNG), di tengah menipisnya tingkat penyimpanan.
Harga gas grosir Eropa melanjutkan kenaikannya pada hari Kamis, dengan kontrak acuan menguat sekitar 1% karena serangan maritim yang persisten di Timur Tengah dan penundaan aliran gas alam cair (LNG) global terus membebani prospek pasokan di benua tersebut.
Premi Risiko Geopolitik Mendorong Harga
Kontrak gas Belanda untuk bulan depan (TTF), yang menjadi acuan harga gas Eropa, naik 1% dan diperdagangkan mendekati €63,15 per megawatt-hour (MWh). Menurut data dari Investing.com, level ini merupakan salah satu yang tertinggi sejak akhir Maret.
Kontrak gas grosir Inggris yang setara juga mengalami kenaikan 1%, sejalan dengan penguatan di pasar kontinental. Para pelaku pasar energi kini telah memperhitungkan adanya hambatan transportasi yang berkepanjangan, yang tercermin dalam premi risiko geopolitik yang tertanam kuat pada kontrak berjangka energi di Eropa.
Gangguan Pasokan dari Timur Tengah
Kenaikan harga ini dipicu oleh serangan baru yang dilancarkan oleh kelompok Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran terhadap kapal-kapal komersial di koridor transit utama. Eskalasi ini telah menyebabkan pergerakan kapal tanker melalui Selat Hormuz nyaris terhenti dan menunda pemulihan ekspor LNG dari Teluk Persia yang telah diantisipasi.
AdGangguan pasokan maritim ini terjadi pada fase krusial musim pengisian cadangan (injection season) di Eropa. Perusahaan utilitas di benua tersebut sangat bergantung pada kargo LNG yang diangkut melalui laut untuk mengisi kembali fasilitas penyimpanan bawah tanah menjelang musim pemanasan musim dingin.
Tingkat Penyimpanan di Bawah Rata-Rata
Situasi pasokan yang ketat diperparah oleh kondisi penyimpanan gas Eropa yang saat ini berada di level 53% dari kapasitas. Angka ini sekitar 15 poin persentase di bawah rata-rata musiman lima tahun.
Selain itu, gelombang panas di sebagian Eropa Selatan dan Tengah telah mendorong kenaikan permintaan listrik dari pembangkit listrik tenaga gas untuk pendingin udara. Dengan meningkatnya persaingan global antara pembeli Eropa dan Asia untuk mendapatkan kargo LNG fleksibel yang belum terikat kontrak, para pedagang memperkirakan harga gas Eropa akan tetap bertahan di level yang tinggi hingga transit via laut di Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda normalisasi yang jelas.