Story

Harga Gas Eropa Melonjak ke Level Tertinggi 2023 Akibat Eskalasi Konflik Iran

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 10, 20262 min read
Harga Gas Eropa Melonjak ke Level Tertinggi 2023 Akibat Eskalasi Konflik Iran

Summary

Harga gas alam Eropa melonjak ke level tertinggi sejak akhir 2022, dipicu oleh eskalasi konflik militer AS-Iran yang mengancam jalur pelayaran utama LNG dan diperparah oleh tingkat penyimpanan gas yang rendah di kawasan tersebut.

Text size
Background

Harga gas alam di Eropa dan Inggris melonjak tajam pada hari Rabu, dengan kontrak acuan mencapai level tertinggi multi-tahun. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan gas alam cair (LNG) yang signifikan akibat eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran menjelang musim dingin di belahan bumi utara.

Eskalasi Konflik Ancam Jalur Utama LNG

Faktor utama di balik lonjakan harga adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Eskalasi ini mengancam keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% dari total pasokan LNG global, sebagian besar berasal dari Qatar.

Menurut laporan, pemicunya termasuk serangan terkoordinasi oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap beberapa kota di Arab Saudi dan tindakan militer balasan dari AS. Akibatnya, para pedagang energi dengan cepat memasukkan premi risiko geopolitik yang signifikan ke dalam harga kontrak berjangka gas Eropa, memicu persaingan ketat antara pembeli Eropa dan Asia untuk mendapatkan kargo alternatif dari cekungan Atlantik.

Cadangan Rendah Perparah Kekhawatiran Pasokan

Krisis geopolitik ini terjadi pada saat keamanan energi Eropa sudah dalam posisi rentan. Tingkat penyimpanan gas di Eropa berada jauh di bawah level normal historis saat benua itu memasuki minggu-minggu terakhir musim pengisian cadangan musim panas.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Data dari Gas Infrastructure Europe menunjukkan fasilitas penyimpanan bawah tanah terisi sekitar 64%, jauh di bawah rata-rata musiman lima tahun. Proses pengisian kembali cadangan terhambat oleh beberapa faktor, termasuk:

  • Permintaan listrik yang tinggi dari pembangkit gas selama musim panas yang terik.
  • Pekerjaan pemeliharaan yang sedang berlangsung pada jaringan pipa lepas pantai Norwegia.
  • Penundaan pengiriman kargo LNG dari Qatar.

Implikasi Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Lonjakan harga gas grosir Eropa, yang terjadi bersamaan dengan harga minyak mentah Brent yang mendekati $100 per barel, secara signifikan meningkatkan tekanan inflasi akibat kenaikan biaya (cost-push inflation) pada sektor manufaktur dan ritel di Eropa.

Kondisi ini menambah tantangan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) dalam merumuskan kebijakan moneternya. Dengan komponen energi yang mendorong kenaikan inflasi utama di zona euro, pasar uang telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh ECB, yang akan menjaga biaya pinjaman di benua itu tetap berada di level tertinggi dalam beberapa tahun.

Back to latest news

LATEST