Story

Harga Gas Eropa Melonjak Mingguan Tertajam Sejak Juli di Tengah Kebuntuan Selat Hormuz

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 16, 20262 min read
Harga Gas Eropa Melonjak Mingguan Tertajam Sejak Juli di Tengah Kebuntuan Selat Hormuz

Summary

Harga gas alam acuan Eropa mencatatkan kenaikan mingguan terkuat sejak Juli karena ketegangan geopolitik di Selat Hormuz menghambat pengiriman LNG dan memicu kekhawatiran pasokan musim dingin di tengah rekor tingkat penyimpanan yang rendah.

Text size
Background

Harga gas alam acuan Eropa berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesar sejak akhir Juli, mengakhiri tren penurunan selama dua minggu berturut-turut. Eskalasi ketegangan militer dan kebuntuan diplomatik di Teluk Persia telah menghidupkan kembali kekhawatiran pasar yang signifikan mengenai potensi kekurangan pasokan menjelang musim dingin.

Kenaikan Harga yang Signifikan

Kontrak gas bulan terdekat Inggris melonjak hampir 10% minggu ini, mencapai sekitar 145 pence per therm, menandai kinerja lima hari terkuat sejak 20 Juli. Sejalan dengan itu, kontrak berjangka bulan terdekat Belanda (TTF), yang menjadi acuan Eropa, menguat sekitar 9% dalam seminggu ke level €59,50 per megawatt-hour (MWh).

Kedua kontrak tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa minggu pada awal pekan ini, mencapai titik tertinggi sejak 24 Juli, sebelum mengalami aksi ambil untung sesaat. Kenaikan ini terjadi setelah periode tenang singkat selama musim panas yang disebabkan oleh pemeliharaan rutin pipa gas Norwegia.

Pemicu Geopolitik di Selat Hormuz

Pendorong utama lonjakan harga ini adalah kegagalan total perundingan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran mengenai hak lintas di Selat Hormuz. Harapan untuk kesepakatan transit sementara pupus setelah AS dilaporkan menuntut kompensasi dari Iran atas kerugian akibat konflik regional dan mengancam potensi blokade maritim.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa pembatasan pelayaran komersial di jalur air strategis tersebut akan terus berlanjut hingga sanksi ekonomi AS dicabut dan aset yang dibekukan dilepaskan. Kebuntuan ini telah secara signifikan mengurangi pengiriman gas alam cair (LNG) dari Qatar ke terminal-terminal di Eropa, memaksa perusahaan utilitas untuk mencari pasokan alternatif di pasar spot pada masa kritis pengisian ulang cadangan.

Kerentanan Pasokan dan Stok Rendah

Guncangan geopolitik ini datang pada saat keamanan energi Eropa sudah dalam kondisi genting. Menurut data dari Gas Infrastructure Europe, fasilitas penyimpanan gas bawah tanah Uni Eropa saat ini hanya terisi 59% dari kapasitasnya, level terendah dalam catatan sejarah untuk pertengahan Agustus.

Level stok saat ini sekitar 12 poin persentase lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu dan jauh di bawah rata-rata musiman lima tahun. Kondisi ini membuat Eropa sangat rentan terhadap volatilitas harga yang ekstrem jika terjadi gelombang dingin di awal musim gugur. Lambatnya laju pengisian cadangan juga diperparah oleh gelombang panas di Eropa Selatan dan Tengah, yang meningkatkan permintaan listrik untuk pendingin udara dan memaksa utilitas membakar gas untuk pembangkitan listrik alih-alih menyimpannya.

Back to latest news

LATEST