Story

Margin Diesel Eropa Naik Seiring Peningkatan Produksi Kilang

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 21, 20261 min read
Margin Diesel Eropa Naik Seiring Peningkatan Produksi Kilang

Summary

Margin diesel di Eropa menguat pada hari Jumat karena kilang meningkatkan produksi untuk memanfaatkan keuntungan yang tinggi. Aktivitas kilang di Asia juga menunjukkan peningkatan, dengan ekspor produk olahan China melonjak pada bulan Juli.

Text size
Background

Margin keuntungan diesel di Eropa meningkat pada hari Jumat, didukung oleh melebarnya selisih harga antara *futures* gasoil rendah sulfur dengan minyak mentah Brent. Kenaikan ini mendorong kilang-kilang untuk memaksimalkan produksi diesel.

Pendorong Kenaikan Margin

Menurut data pasar pada Jumat pukul 15:30 GMT, premium *futures* gasoil rendah sulfur terhadap minyak mentah Brent melebar sebesar $1,44 menjadi $76,52 per barel. Tingginya margin keuntungan ini menjadi insentif kuat bagi para pengelola kilang.

Menurut James Noel-Beswick dari Sparta Commodities, kilang-kilang secara aktif meningkatkan produksi diesel. Mereka dilaporkan mengalihkan sebagian bahan bakar dari kategori jet, bensin, dan minyak bakar untuk diolah menjadi diesel, yang pada gilirannya juga memengaruhi margin penyulingan secara keseluruhan.

Aktivitas Kilang Global

Sample IUX Markets – In-articleAd

Di luar Eropa, aktivitas kilang di Asia juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang berpotensi memengaruhi pasokan global.

  • China: Ekspor bahan bakar olahan, termasuk bensin, diesel, dan bahan bakar jet, melonjak pada bulan Juli. Volume pengiriman mencapai 1,74 juta metrik ton, lebih dari dua kali lipat volume pada bulan Juni.
  • India: Kilang-kilang di India memproses 5,62 juta barel per hari (bph) minyak mentah pada Juli. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,8% dari bulan sebelumnya, menurut data sementara pemerintah India.

Sementara itu, data dari LSEG menunjukkan bahwa pengiriman minyak bakar dan *vacuum gasoil* melalui laut dari pelabuhan Rusia ke Arab Saudi turun 18% pada Juli menjadi 1,1 juta ton. Meskipun menurun, Arab Saudi tetap menjadi tujuan terbesar karena tingginya permintaan listrik untuk pendingin udara selama musim panas.

Back to latest news

LATEST