Story
Saham easyJet Anjlok Akibat Rencana Uni Eropa Tinjau Aturan Kepemilikan Maskapai

Saham easyJet PLC (LON:EZJ) anjlok 11,6% pada hari Rabu menyusul laporan Reuters bahwa Uni Eropa sedang bersiap untuk meninjau aturan kepemilikan maskapai. Perkembangan ini dapat mempersulit proses penawaran akuisisi yang sedang berlangsung untuk maskapai Inggris tersebut dari sejumlah perusahaan investasi asal AS.
Rencana Peninjauan Uni Eropa
Menurut seorang pejabat Uni Eropa yang dikutip oleh Reuters, peninjauan ini bertujuan untuk mencegah investor asing mendapatkan kendali efektif atas maskapai penerbangan di kawasan tersebut. Tujuannya adalah untuk "melindungi otonomi strategis" dan memastikan kendali atas maskapai regional tetap berada di dalam blok tersebut.
Aturan yang berlaku saat ini mensyaratkan kepemilikan mayoritas lokal sebesar 51%. Pejabat tersebut menyatakan bahwa peninjauan yang kemungkinan akan dilakukan pada musim gugur ini akan memperjelas jenis struktur perusahaan yang diizinkan, terutama seputar aspek kendali dan kepemilikan. "Ini untuk memastikan bahwa investor asing tidak memiliki kendali penuh," kata pejabat itu kepada Reuters.
Dampak pada Tawaran Akuisisi
Langkah Uni Eropa ini menciptakan ketidakpastian regulasi di tengah perang penawaran untuk easyJet. Saat ini, maskapai tersebut menghadapi tawaran dari dua perusahaan investasi AS.
Ad- Awal bulan ini, easyJet telah mendukung tawaran senilai £5,7 miliar ($7,65 miliar) dari Apollo Global Management.
- Tawaran tersebut melampaui tawaran sebelumnya sebesar £5,5 miliar dari Castlelake.
Hingga kini, easyJet belum menjelaskan bagaimana rencananya untuk memenuhi persyaratan kepemilikan mayoritas Uni Eropa jika kesepakatan dengan Apollo yang merupakan entitas non-UE berhasil diselesaikan.
Konteks dan Implikasi Pasar
Jika kesepakatan akuisisi oleh Apollo berhasil, hal itu dapat menjadi preseden baru bagi maskapai penerbangan Eropa. Ini berpotensi membuka pintu bagi lebih banyak akuisisi oleh ekuitas swasta (private equity) dalam industri yang diatur secara ketat, di mana pengambilalihan biasanya melibatkan maskapai lain dan sering kali mendapat dukungan pemerintah.
Bagi investor, ketidakpastian regulasi ini menambah lapisan kompleksitas pada usulan akuisisi salah satu maskapai berbiaya rendah terbesar di Eropa. Reaksi pasar yang negatif, tercermin dari anjloknya harga saham, menunjukkan kekhawatiran investor terhadap potensi hambatan regulasi yang dapat menggagalkan kesepakatan tersebut.