Story
Dolar dan Euro Stagnan, Pasar Valas Menanti Data Inflasi AS dan Pantau Tensi Selat Hormuz

Dolar AS, euro, dan dolar Australia diperdagangkan hampir datar pada hari Selasa, karena para pelaku pasar valuta asing menyeimbangkan sinyal yang bertentangan antara data pekerjaan AS yang melemah dan kenaikan harga minyak mentah. Investor mengambil sikap menunggu menjelang rilis data inflasi AS yang akan menjadi kunci arah kebijakan moneter global.
Pasar dalam Mode Tunggu dan Lihat
Pasar valuta asing menunjukkan aktivitas yang minim, dengan Indeks Dolar Spot stabil di sekitar level 99,84. Pasangan mata uang utama lainnya juga menunjukkan pergerakan terbatas:
- EUR/USD diperdagangkan datar di dekat $1,1540.
- AUD/USD sedikit berubah, bertahan di sekitar $0,7055.
Kondisi ini terjadi setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,35%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, di balik ketenangan ini, para pedagang bergulat dengan lanskap makroekonomi yang semakin kompleks.
Faktor Kontradiktif bagi Dolar
Dolar AS berada di bawah tekanan setelah data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan hilangnya 23.000 pekerjaan secara tak terduga pada bulan Juli, disertai revisi turun yang signifikan pada data bulan-bulan sebelumnya. Laporan yang lemah ini mendorong pasar untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September, yang pada gilirannya menekan imbal hasil obligasi pemerintah global dan menarik dolar turun dari level tertingginya.
AdNamun, pelemahan dolar lebih lanjut tertahan oleh lonjakan kembali biaya energi dan friksi geopolitik di Teluk Persia. Harga minyak mentah acuan internasional melonjak ke level tertinggi dalam beberapa minggu setelah perundingan diplomatik terkait sengketa transit di Selat Hormuz menemui jalan buntu. Kebuntuan ini berisiko mempertahankan tekanan inflasi yang didorong oleh energi bagi negara-negara pengimpor energi utama di Eropa dan Asia.
Kebijakan Bank Sentral Lainnya
Di Australia, RBA mempertahankan suku bunga acuannya. Gubernur Michele Bullock memberikan pernyataan yang seimbang, mengakui bahwa inflasi inti pada kuartal kedua lebih rendah dari perkiraan, tetapi bank sentral tetap waspada terhadap tekanan harga yang berkelanjutan. Dolar Australia tetap stabil karena RBA tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika risiko inflasi meningkat.
Sementara itu, euro diperdagangkan dalam rentang yang sempit karena para pedagang menimbang antara dinamika ekonomi internal Zona Euro dan guncangan harga energi eksternal. Pasar kini menantikan rilis data PDB kuartal kedua Zona Euro serta angka inflasi final dari Jerman, Prancis, dan Spanyol untuk menilai apakah European Central Bank (ECB) dapat mempertahankan suku bunganya pada bulan September.
Fokus Beralih ke Data Inflasi AS
Perhatian pasar global kini tertuju pada laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada hari Rabu. Konsensus pasar memperkirakan IHK inti akan naik 0,2% secara bulanan. Angka ini akan menjadi ujian penting bagi The Fed. Jika data inflasi lebih rendah dari perkiraan, hal itu akan memperkuat argumen bahwa perlambatan pasar tenaga kerja mulai mendinginkan pertumbuhan harga, sehingga membuka jalan bagi The Fed untuk memperpanjang jeda kenaikan suku bunga. Sebaliknya, angka yang lebih kuat dari perkiraan dapat kembali mempersulit jalur kebijakan bank-bank sentral global.