Story

Saham Fox Tertinggal Akibat Peninjauan Antimonopoli Akuisisi Roku Senilai $22 Miliar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 9, 20262 min read
Saham Fox Tertinggal Akibat Peninjauan Antimonopoli Akuisisi Roku Senilai $22 Miliar
Text size
Background

Saham Fox Corp. (FOXA) menunjukkan kinerja yang lebih lemah dibandingkan Roku Inc. (ROKU) setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) memperpanjang peninjauan antimonopoli terhadap rencana akuisisi senilai $22 miliar. Perkembangan ini menambah ketidakpastian yang signifikan bagi investor dan membayangi prospek penyelesaian kesepakatan strategis tersebut.

Peninjauan Antimonopoli Diperpanjang

Pada 8 September 2026, DOJ mengeluarkan "Permintaan Kedua" (*Second Request*), sebuah langkah yang secara efektif memperpanjang periode peninjauan kesepakatan untuk penyelidikan yang lebih mendalam. Akibatnya, Fox kini memperkirakan akuisisi akan rampung pada paruh pertama tahun kalender 2027, bergantung pada persetujuan regulator dan syarat lainnya.

Bagi investor, langkah DOJ ini meningkatkan beberapa risiko utama:

  • Risiko Waktu: Proses penyelesaian kesepakatan menjadi lebih lama dan tidak pasti.
  • Risiko Probabilitas: Kemungkinan adanya tuntutan hukum untuk memblokir kesepakatan atau kewajiban untuk melakukan divestasi aset menjadi lebih tinggi.
  • Risiko Pembiayaan: Struktur permodalan Fox tetap terikat pada transaksi besar ini untuk periode yang lebih lama.
  • Risiko Katalis: Investor kemungkinan akan menunda penilaian terhadap potensi sinergi hingga ada kejelasan mengenai persetujuan regulator.

Dampak Berbeda di Pasar Saham

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pasar merespons berita ini dengan cara yang berbeda untuk kedua perusahaan. Saham Roku (ROKU) masih menunjukkan kekuatan, naik 26,52% dalam tiga bulan terakhir dan diperdagangkan di dekat harga penawaran akuisisi sebesar $160 per saham. Ini mencerminkan premi akuisisi yang diharapkan diterima oleh para pemegang saham Roku.

Sebaliknya, saham Fox (FOXA) masih berada 3,0% di bawah harga penutupan sebelum pengumuman kesepakatan pada 12 Juni 2026. Meskipun telah pulih 22,1% dari titik terendahnya pasca-pengumuman, kinerja relatifnya yang lemah menunjukkan bahwa investor lebih fokus pada risiko eksekusi, peningkatan utang, dan hambatan regulasi yang dihadapi Fox.

Prospek Investor

Kinerja saham yang berbeda ini mengindikasikan bahwa pasar memisahkan nilai strategis akuisisi Roku dari risiko yang ditanggung oleh Fox sebagai pihak pengakuisisi. Investor tampaknya tidak bersedia memberikan valuasi penuh atas potensi sinergi dari kesepakatan ini sampai ada kepastian hukum yang lebih besar.

Sentimen jangka pendek untuk saham Fox kemungkinan akan tetap tertekan. Tanpa adanya detail baru yang meyakinkan dari manajemen perusahaan, ketidakpastian akibat peninjauan DOJ diperkirakan akan terus membatasi antusiasme investor.

Back to latest news

LATEST