Story
Saham Cooper Companies Anjlok Akibat Pendapatan Meleset dan Prospek Melemah

Saham Cooper Companies (COO) anjlok tajam lebih dari 14% setelah laporan keuangan kuartal ketiganya gagal memenuhi ekspektasi pendapatan para analis. Meskipun laba per saham melampaui perkiraan, panduan yang lebih lemah dan kegagalan menjual salah satu divisinya membebani sentimen investor.
Kinerja Keuangan Kuartal Ketiga
Menurut laporan perusahaan, Cooper Companies membukukan pendapatan sebesar $1,066 miliar untuk kuartal ketiga tahun fiskal 2026, di bawah estimasi konsensus sebesar $1,10 miliar. Namun, laba per saham yang disesuaikan (adjusted EPS) mencapai $1,15, sedikit di atas perkiraan analis sebesar $1,12.
Beberapa metrik utama lainnya dari laporan tersebut meliputi:
- Pertumbuhan pendapatan organik hanya sekitar 1% secara tahunan.
- Arus kas bebas tercatat kuat sebesar $273 juta.
- Margin kotor turun 60 basis poin menjadi 66,7%, meskipun margin operasional naik menjadi 26,3% berkat peningkatan produktivitas.
Masalah Inventaris dan Penjualan Gagal Jadi Sorotan
AdManajemen menyatakan bahwa pelemahan di divisi lensa kontak, CooperVision, bukan disebabkan oleh penurunan permintaan, melainkan oleh pengurangan inventaris (destocking) di tingkat distributor di AS. Menurut perusahaan, proses ini sudah 50% selesai pada kuartal ketiga dan sisanya diperkirakan akan rampung pada kuartal keempat. Manajemen meyakini pasar lensa kontak akan bertumbuh 4%-6% per tahun dan CooperVision akan kembali ke tingkat tersebut setelah normalisasi inventaris.
Selain itu, tinjauan strategis untuk divisi CooperSurgical telah dihentikan. Perusahaan memutuskan untuk tidak menjual divisi tersebut karena penawaran yang diterima dinilai tidak cukup berharga. Keputusan ini meningkatkan tekanan pada manajemen untuk meningkatkan pertumbuhan di segmen fertilitas dan perangkat medis tersebut.
Prospek dan Katalis Berikutnya
Kekhawatiran investor diperparah oleh panduan perusahaan untuk CooperVision pada kuartal keempat, yang menyiratkan pertumbuhan organik antara -2% hingga datar. Laporan keuangan berikutnya, yang diperkirakan rilis pada 3 Desember 2026, akan menjadi ujian penting bagi klaim manajemen bahwa masalah inventaris hanya bersifat sementara.
Sebagai respons terhadap laporan ini, beberapa analis telah memangkas target harga saham COO, termasuk Baird yang menurunkannya menjadi $61 dan BofA menjadi $65. Meskipun perusahaan memiliki program pembelian kembali saham senilai $3 miliar yang dapat menopang harga saham, investor akan tetap fokus pada bukti pemulihan pertumbuhan organik dan eksekusi strategi untuk divisi CooperSurgical.