Story
Codelco: Rencana Restrukturisasi Berpotensi Mundur Hingga Akhir 2026

Summary
Perusahaan tambang tembaga milik negara Chili, Codelco, mengindikasikan bahwa rencana restrukturisasi besarnya mungkin tidak akan rampung hingga akhir 2026, mundur dari jadwal semula. Penundaan ini terjadi di tengah upaya mengatasi produksi yang stagnan dan meningkatnya biaya operasional.
Perusahaan tambang tembaga raksasa milik negara Chili, Codelco, menyatakan rencana restrukturisasinya kemungkinan baru akan siap pada akhir tahun 2026. Pernyataan yang disampaikan kepada Reuters ini menandakan penundaan signifikan dari jadwal yang diperkirakan sebelumnya pada bulan Oktober, untuk sebuah strategi yang ditujukan untuk mengatasi produksi yang stagnan dan biaya yang membengkak selama bertahun-tahun.
Proses Diagnostik di Bawah Pimpinan Baru
Codelco menjelaskan bahwa perusahaan saat ini sedang dalam "proses diagnostik untuk menentukan arah strategis dan mengembangkan rencana pemulihan." Proses ini disebut sebagai hal yang wajar menyusul penunjukan CEO baru, Jorge Gomez, pada bulan Juli lalu. "Proses tersebut sudah berjalan dan diperkirakan akan siap pada akhir 2026," kata perusahaan dalam pernyataannya.
Sebelumnya, Chairman Codelco, Bernardo Fontaine, pada bulan Juni mengatakan bahwa rencana restrukturisasi akan dipresentasikan dalam tiga hingga empat bulan. Penundaan ini memberikan waktu lebih bagi manajemen baru untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap operasi perusahaan.
Spekulasi Pemangkasan Tenaga Kerja
Di tengah penundaan ini, muncul spekulasi mengenai potensi pengurangan tenaga kerja. Empat sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa rencana tersebut dapat mencakup pengurangan tenaga kerja antara 5% hingga 20% dari total hampir 77.000 karyawan. Namun, Codelco menyatakan bahwa "terlalu dini untuk berspekulasi atau mendahului keputusan apa yang mungkin akan dihasilkan dari proses ini."
AdSumber tersebut menambahkan bahwa para kontraktor, yang mencakup delapan dari setiap sepuluh pekerja di Codelco, kemungkinan akan menjadi pihak yang paling terdampak. Setiap pemutusan hubungan kerja yang signifikan dapat meningkatkan ketegangan sosial, mengingat tingkat pengangguran Chili mencapai 9,5% pada bulan Juli, level tertinggi sejak pandemi COVID-19 pada tahun 2021.
Konteks Strategis dan Proyeksi Produksi
Di bawah kepemimpinan Gomez, Codelco diperkirakan akan menerapkan strategi pemulihan yang lebih realistis, terutama terkait target produksi. Chairman Fontaine sebelumnya telah mengindikasikan bahwa produksi kemungkinan akan bertahan di sekitar 1,3 juta metrik ton di tahun-tahun mendatang, turun dari target ambisius sebelumnya sebesar 1,7 juta metrik ton pada akhir dekade ini.
Sementara itu, serikat pekerja perusahaan yang tergabung dalam Federasi Pekerja Tembaga (FTC) menyatakan belum mendapat informasi resmi mengenai rencana pemangkasan karyawan. Presiden FTC, Hector Roco, menegaskan kepada Reuters bahwa penyesuaian jumlah staf harus dilakukan secara rasional, bukan berdasarkan keputusan sepihak.