Story

Perjuangan Tanah Mapuche di Chili Hadapi Tekanan Baru dan Pergeseran Strategi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 21, 20262 min read
Perjuangan Tanah Mapuche di Chili Hadapi Tekanan Baru dan Pergeseran Strategi

Summary

Kelompok militan Mapuche di Chili menghadapi tekanan berat dari pemerintah, namun perjuangan untuk tanah leluhur kini berkembang dengan generasi muda yang beralih ke jalur hukum dan aktivisme lingkungan, menciptakan tantangan baru bagi pemerintah dan investor.

Text size
Background

Kelompok militan Mapuche di Chili menghadapi salah satu periode terberat mereka akibat tindakan tegas dari pemerintah sayap kanan Presiden Jose Antonio Kast, yang mengakibatkan hukuman penjara jangka panjang bagi para pemimpinnya. Namun, di tengah tekanan yang meningkat, perjuangan untuk merebut kembali tanah leluhur kini menunjukkan pergeseran, dengan generasi muda yang semakin beralih ke jalur hukum dan lingkungan untuk melanjutkan perlawanan.

Tekanan Pemerintah dan Dampak Hukum

Sejak menjabat, pemerintahan Kast telah berjanji untuk memulihkan ketertiban di wilayah selatan Chili yang telah lama berkonflik. Sebagian besar wilayah tersebut berada di bawah keadaan darurat sejak tahun 2022, sebuah kebijakan yang dimulai oleh pemerintahan sebelumnya namun terus diperpanjang. Langkah ini memungkinkan pengerahan pasukan militer dan kendaraan lapis baja untuk mendukung aparat keamanan.

Penindakan hukum juga semakin intensif. Pendiri organisasi militan Coordinadora Arauco-Malleco (CAM), Hector Llaitul, dijatuhi hukuman 23 tahun penjara atas tuduhan serangan terhadap pihak berwenang dan pendudukan tanah dengan kekerasan. Dalam tanggapan tertulis kepada Reuters, Llaitul menyebut penuntutan tersebut sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk menekan perlawanan Mapuche dan merupakan bentuk "penganiayaan politik".

Perlawanan Berlanjut dan Implikasi Ekonomi

Di tengah tekanan hukum, perlawanan fisik terus berlanjut. Aktivis Mapuche melanjutkan pendudukan tanah yang mereka klaim sebagai milik leluhur, yang sebagian besar kini dikuasai oleh perusahaan kehutanan. Menurut perkiraan kelompok adat, sekitar 150.000 hektare lahan saat ini diduduki oleh komunitas Mapuche. Tindakan ini berdampak langsung pada operasional perusahaan seperti Arauco, salah satu raksasa industri kehutanan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konflik ini sering kali melibatkan sabotase terhadap aset perusahaan, termasuk pembakaran kendaraan, ekskavator, dan fasilitas lainnya. Di Fundo Pidenco, sebuah properti milik Arauco yang diduduki sejak 2016, komunitas Mapuche bertekad untuk tetap tinggal. "Kami tidak akan menyerah. Mereka harus mengeluarkan kami dalam keadaan mati," kata Orfelina Alcaman, juru bicara komunitas setempat, yang menolak tuduhan terorisme.

Pergeseran Generasi dan Taktik Baru

Di samping perlawanan bersenjata, sebuah pergeseran strategi yang signifikan sedang terjadi di kalangan generasi muda Mapuche. Mereka semakin banyak menempuh jalur pendidikan tinggi, advokasi hukum, dan kampanye lingkungan sebagai bentuk perjuangan baru. Contohnya adalah Weftui, putra bungsu Hector Llaitul yang berusia 20 tahun, kini menjadi mahasiswa hukum di salah satu universitas ternama di Chili dengan tujuan membela para tahanan Mapuche.

Di wilayah lain seperti Alto Biobio, fokus perlawanan bergeser dari perusahaan kehutanan ke proyek infrastruktur. Millaray Suarez, seorang penyembuh spiritual muda (machi), memimpin perlawanan terhadap pembangunan bendungan hidroelektrik Rucalhue oleh perusahaan Tiongkok, Three Gorges. Proyek ini dikhawatirkan akan menenggelamkan hutan kuno yang menjadi sumber tanaman obat langka. Pergeseran ini menunjukkan bahwa konflik kini juga mengancam investasi internasional di sektor energi dan sumber daya alam, tidak hanya kehutanan.

Back to latest news

LATEST