Story
Harga Gandum CBOT Diprediksi Melemah Akibat Aksi Ambil Untung

Summary
Kontrak berjangka gandum AS diperkirakan dibuka lebih rendah karena para pedagang merealisasikan keuntungan setelah harga mencapai level tertinggi dalam dua tahun, meskipun ketegangan di Laut Hitam masih menopang kekhawatiran pasokan.
Kontrak berjangka gandum di Chicago Board of Trade (CBOT) diperkirakan akan dibuka lebih rendah pada perdagangan hari Senin, tertekan oleh aksi ambil untung setelah harga mencapai level tertinggi dalam dua tahun pada hari Jumat. Penurunan harga minyak mentah juga turut menjadi faktor yang membebani pasar komoditas biji-bijian.
Aksi Jual dan Pergerakan Harga
Para pedagang diperkirakan akan merealisasikan keuntungan, yang mendorong prediksi pembukaan turun 3 hingga 5 sen per bushel. Aksi jual ini merupakan respons teknikal setelah reli signifikan yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya.
Berdasarkan data terakhir, pergerakan harga untuk kontrak pengiriman September adalah sebagai berikut:
- Gandum Soft Red Winter CBOT turun 3 sen menjadi $6,75 per bushel.
- Gandum Hard Red Winter Kansas City turun 4 sen menjadi $7,41-1/4 per bushel.
- Gandum Spring Minneapolis turun 5 sen menjadi $7,09-1/4 per bushel.
AdTensi Geopolitik Jaga Kekhawatiran Pasokan
Di sisi lain, kekhawatiran fundamental mengenai pasokan biji-bijian global tetap tinggi. Eskalasi serangan oleh Rusia dan Ukraina di wilayah Laut Hitam dan Laut Azov terus menjadi penopang harga dalam jangka menengah.
Pada hari Senin, otoritas regional melaporkan bahwa serangan udara Ukraina menewaskan dua orang dan melukai 17 lainnya di kota Rostov-on-Don dan Belgorod di Rusia selatan. Rostov-on-Don merupakan pusat ekspor utama di dekat Laut Azov, sehingga gangguan di area ini berpotensi memengaruhi rantai pasokan global. Perkembangan geopolitik akan terus dipantau pasar, termasuk pertemuan yang dijadwalkan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Washington pada hari Selasa.