Story
Pabrik Baterai CATL-Stellantis di Spanyol Akan Pekerjakan 1.000 Tenaga Kerja Tiongkok

Summary
Proyek pabrik baterai joint venture CATL dan Stellantis di Aragon, Spanyol, akan mempekerjakan rata-rata 1.000 pekerja dari Tiongkok selama fase konstruksi, dengan rencana melatih 4.000 tenaga kerja lokal untuk tahap operasional.
Pabrik manufaktur baterai hasil usaha patungan (joint venture) antara CATL dan Stellantis di Aragon, Spanyol, akan mempekerjakan rata-rata 1.000 pekerja dari Tiongkok selama tahap konstruksinya. Informasi ini dikonfirmasi oleh Presiden Aragon, Jorge Azcon, dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin.
Detail Proyek dan Tenaga Kerja
Menurut Azcon, yang berbicara bersama CEO joint venture Contemporary Star Energy (CSE) Andy Wu, jumlah pekerja dari Tiongkok di lokasi konstruksi dapat mencapai puncaknya hingga 1.700 orang. Kedatangan mereka akan bergantung pada proses pengurusan visa dan izin kerja.
Saat ini, terdapat 500 orang yang bekerja di lokasi pembangunan pabrik, termasuk 172 pekerja dari Tiongkok yang sebagian besar mengisi posisi di bidang desain dan manajemen. Proyek ini sendiri telah mendapatkan semua persetujuan yang diperlukan untuk menyelesaikan konstruksi, dengan peletakan batu pertama dilakukan pada November 2025.
Rencana Operasional dan Pelatihan Lokal
AdMeski menggunakan tenaga kerja asing dalam jumlah signifikan untuk pembangunan, CSE berencana untuk melatih 4.000 pekerja dari Aragon untuk mengoperasikan pabrik setelah mencapai kapasitas penuh. Langkah ini menunjukkan komitmen jangka panjang untuk penyerapan tenaga kerja lokal setelah fasilitas mulai berproduksi.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, CEO CSE, Andy Wu, akan segera pindah ke Zaragoza, ibu kota Aragon, untuk mengawasi langsung perkembangan proyek dan persiapan operasional.
Pembaruan Jadwal Produksi
Jadwal operasional pabrik mengalami sedikit pergeseran. Produksi kini diperkirakan akan dimulai pada bulan-bulan pertama tahun 2027. Jadwal ini lebih lambat dari perkiraan sebelumnya yang menargetkan akhir tahun 2026. Penundaan ini dapat berdampak pada rantai pasok baterai kendaraan listrik Stellantis di Eropa.