Story
Farnborough Airshow Catat 300+ Pesanan Pesawat, Boeing Ungguli Airbus

Summary
Boeing memimpin tipis atas Airbus dalam perolehan kesepakatan di Pameran Dirgantara Farnborough, dengan total pesanan pasti melampaui 327 unit, meskipun di bawah ekspektasi pasar akibat kendala rantai pasok.
Pameran Dirgantara Internasional Farnborough di Inggris ditutup dengan total pesanan pesawat melampaui 300 unit, di mana Boeing memegang keunggulan tipis atas rival Eropanya, Airbus. Menurut perhitungan Reuters, total 327 pesanan pasti telah diumumkan, sedikit melampaui angka pada pameran terakhir tahun 2024.
Duel Pesanan Boeing dan Airbus
Pesaingan ketat antara dua raksasa manufaktur pesawat terlihat jelas dari sejumlah kesepakatan besar yang diumumkan. Perusahaan penyewaan pesawat dan platform keuangan penerbangan global menjadi pemain kunci dalam pameran kali ini.
- SMBC Aviation Capital: Memesan 100 pesawat Boeing 737 MAX dan 100 pesawat keluarga Airbus A320neo, menunjukkan permintaan yang seimbang untuk pesawat berbadan sempit dari kedua produsen.
- Riyadh Air: Maskapai asal Arab Saudi ini mengeksekusi opsi untuk 28 Boeing 787 Dreamliner dan mengonfirmasi pesanan 6 Airbus A350-1000.
- Philippine Airlines: Mengumumkan pesanan baru hingga 20 Boeing 787-10 (15 pesanan pasti, 5 opsi) dan 9 pesawat Airbus A350.
- AerCap: Perusahaan lessor raksasa ini memesan 15 Boeing 787 Dreamliner.
- Flynas: Maskapai berbiaya rendah Arab Saudi ini memfinalisasi pesanan untuk 25 pesawat Airbus tambahan, sehingga total komitmennya menjadi 235 pesawat.
Kesepakatan penting lainnya untuk Boeing datang dari Uganda Airlines yang memesan delapan pesawat campuran (737 MAX dan 787), serta MSC Air Cargo yang membeli lima pesawat kargo 777-8.
AdKonteks Pasar dan Pesanan Lainnya
Meskipun angka 327 pesanan pasti menunjukkan aktivitas yang sehat, jumlah ini masih di bawah ekspektasi pasar yang mengharapkan hingga 800 pesanan. Menurut laporan, para produsen pesawat terus berjuang dengan kendala rantai pasok dan hambatan produksi yang membatasi kapasitas mereka untuk menerima pesanan baru dengan jadwal pengiriman yang lebih cepat.
Di luar duopoli Boeing-Airbus, produsen pesawat regional Embraer dari Brazil juga mencatatkan sejumlah pesanan. Kesepakatan diumumkan dengan Fuji Dream Airlines dari Jepang, grup maskapai Amerika Selatan Abra, dan maskapai regional Spanyol Binter.
Sektor komponen juga menjadi sorotan, dengan IndiGo dari India menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan CFM International untuk pembelian lebih dari 1.000 mesin LEAP-1A. Jika terwujud, ini akan menjadi rekor kesepakatan bagi produsen mesin tersebut. Selain itu, BOC Aviation juga memesan hingga 300 mesin CFM, dan British Airways memilih mesin Pratt & Whitney GTF untuk armadanya.