Story

Boeing: Pengiriman Air Force One Sesuai Jadwal 2028, Namun Biaya Terus Membengkak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 19, 20261 min read
Boeing: Pengiriman Air Force One Sesuai Jadwal 2028, Namun Biaya Terus Membengkak

Summary

Boeing mengonfirmasi target pengiriman dua jet Air Force One baru pada 2028, tetapi memperingatkan adanya potensi kenaikan biaya lebih lanjut pada program yang telah molor dan melebihi anggaran.

Text size
Background

Boeing menyatakan tetap berada di jalur untuk mengirimkan dua jet Air Force One baru pada tahun 2028, meskipun target tersebut akan memerlukan pengeluaran tambahan untuk program yang sudah tertunda bertahun-tahun dan membengkak miliaran dolar di atas anggaran awal.

Jadwal dan Peningkatan Biaya

Dalam sebuah pernyataan menjelang Farnborough Airshow di Inggris, Steve Parker, CEO Defense, Space & Security Boeing, mengonfirmasi target pengiriman pada 2028. Namun, ia juga mengantisipasi adanya kenaikan biaya lebih lanjut. "Saya perkirakan akan ada pertumbuhan biaya di sana saat kami menyelesaikan pemasangan kabel dan struktur, serta menyelesaikan sertifikasi kami sendiri," ujar Parker kepada wartawan.

Bahkan dengan pengiriman pada 2028, program ini sudah berjalan empat tahun di belakang jadwal semula. Parker menambahkan bahwa pesawat pertama diperkirakan akan memulai tahap pengujian pada tahun depan, sebuah langkah penting dalam program yang diawasi ketat ini.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Konteks Program

Program Air Force One ini melibatkan konversi dua pesawat Boeing 747-8 menjadi jet kepresidenan yang sangat terspesialisasi, dilengkapi dengan sistem komunikasi canggih dan pertahanan mandiri. Pesawat-pesawat baru ini dimaksudkan untuk menggantikan armada Air Force One saat ini, yang telah beroperasi sejak tahun 1990.

Boeing mendapatkan kontrak senilai $3,9 miliar pada tahun 2018 untuk membangun pesawat tersebut. Namun, menurut laporan Reuters, total biaya program sejak itu telah membengkak hingga lebih dari $5 miliar. Kenaikan biaya ini menjadi tantangan finansial yang signifikan bagi divisi pertahanan perusahaan.

Back to latest news

LATEST