Story

BNY Naikkan Proyeksi Pendapatan 2026 Setelah Kuartal II Catat Rekor

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 15, 20262 min read
BNY Naikkan Proyeksi Pendapatan 2026 Setelah Kuartal II Catat Rekor

Summary

Bank kustodian ini menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan setahun penuh menjadi 10-11%, melampaui estimasi analis, didorong oleh pendapatan bunga dan biaya yang lebih tinggi di tengah reli pasar ekuitas.

Text size
Background

BNY Mellon (BNY) menaikkan proyeksi pendapatannya untuk setahun penuh 2026, melampaui ekspektasi Wall Street, setelah membukukan rekor pendapatan pada kuartal kedua. Kinerja solid ini didorong oleh pendapatan bunga yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan biaya (fee), dan kenaikan pasar ekuitas yang mendongkrak nilai aset nasabah.

Kinerja Kuartal II Lampaui Ekspektasi

Dalam laporan yang dirilis pada hari Rabu, bank kustodian tersebut melaporkan lonjakan pendapatan sebesar 13% menjadi $5,7 miliar pada kuartal kedua, sebuah angka rekor bagi perusahaan. Pendapatan Bunga Bersih (NII)—selisih antara pendapatan dari aset dan biaya liabilitas—melonjak 20%.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham biasa mencapai $1,7 miliar, atau $2,45 per saham. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan $1,4 miliar, atau $1,93 per saham, pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dampak Positif dari Kenaikan Pasar

Kinerja kuat BNY Mellon mencerminkan tren yang lebih luas di sektor keuangan, di mana pasar yang bergairah telah mengangkat pendapatan berbasis biaya. Reli di pasar saham AS pada kuartal kedua, termasuk kenaikan terbesar S&P 500 dan Nasdaq sejak 2020, menjadi pendorong utama.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Bagi bank kustodian seperti BNY, kenaikan nilai aset secara langsung memperluas basis aset yang dikenakan biaya, sementara peningkatan aktivitas perdagangan nasabah mendorong pendapatan transaksi. Hal ini tercermin dalam metrik utama perusahaan:

  • Aset dalam Kustodi dan Administrasi (AUC/A): Naik 12% menjadi $62,6 triliun.
  • Aset dalam Pengelolaan (AUM): Meningkat 6% menjadi $2,2 triliun.
  • Total Pendapatan Biaya: Melonjak 11% menjadi $4,04 miliar.

Proyeksi Optimistis untuk 2026

Berkat kinerja yang solid, BNY kini memproyeksikan pertumbuhan pendapatan setahun penuh antara 10% dan 11%. Proyeksi ini jauh di atas panduan sebelumnya yang berada di kisaran 5% dan juga melampaui estimasi rata-rata analis sebesar 7,8%, menurut data LSEG.

CEO Robin Vince menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters bahwa "penggerak fundamental pasar modal secara luas bersifat konstruktif" dan laba perusahaan telah menunjukkan "ketahanan". Optimisme ini juga tercermin pada kinerja saham bank tertua di AS tersebut, yang telah melonjak 33% sepanjang tahun ini, mengungguli kinerja indeks S&P 500.

Back to latest news

LATEST