Story

Pengiriman Global BMW Turun 4,9% di Kuartal II, Tertekan oleh Penjualan di China yang Anjlok

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 10, 20261 min read
Pengiriman Global BMW Turun 4,9% di Kuartal II, Tertekan oleh Penjualan di China yang Anjlok

Summary

BMW melaporkan penurunan pengiriman kendaraan global sebesar 4,9% pada kuartal kedua, terutama disebabkan oleh anjloknya penjualan di pasar China sebesar 30,2% di tengah persaingan yang semakin ketat.

Text size
Background

BMW melaporkan penurunan pengiriman kendaraan global sebesar 4,9% pada kuartal kedua tahun ini, sebuah sinyal tantangan signifikan di pasar otomotif utama. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh kemerosotan tajam dalam penjualan di China, yang merupakan pasar tunggal terbesar bagi produsen mobil mewah tersebut.

Rincian Kinerja Penjualan

Menurut laporan yang dirilis pada hari Jumat, grup BMW menjual total 590.962 unit kendaraan secara global selama periode April hingga Juni. Angka ini menunjukkan tekanan yang signifikan dari pasar Asia.

Secara spesifik, pengiriman di China anjlok 30,2% secara tahunan (year-on-year) pada kuartal kedua. Namun, kinerja negatif ini berhasil diimbangi sebagian oleh pertumbuhan di pasar-pasar utama lainnya.

  • Amerika Serikat: Penjualan naik 11,9%
  • Eropa (tidak termasuk Jerman): Penjualan naik 7,6%
Sample IUX Markets – In-articleAd

"Meskipun ada tantangan global, kami berhasil meningkatkan penjualan kami di AS dan Eropa," kata anggota dewan Jochen Goller dalam sebuah pernyataan resmi. Hal ini menunjukkan resiliensi merek di pasar Barat meskipun kondisi ekonomi global tidak menentu.

Konteks Industri Otomotif Jerman

Tantangan yang dihadapi BMW di China bukanlah insiden yang terisolasi. Produsen mobil mewah Jerman lainnya juga melaporkan kesulitan serupa akibat persaingan yang semakin ketat dari merek lokal dan perubahan preferensi konsumen di negara tersebut.

Pada hari Rabu, Mercedes-Benz melaporkan penurunan pengiriman kuartal kedua sebesar 8%, sementara Porsche AG mengalami penurunan yang lebih curam sebesar 16%. Kedua perusahaan tersebut juga menyoroti persaingan yang intens di China sebagai faktor utama yang membebani penjualan mereka.

Back to latest news

LATEST