Story

Bitcoin Stagnan di $76.000, Analis Terbelah Soal Prospek Siklus Pasar

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 18, 20261 min read
Bitcoin Stagnan di $76.000, Analis Terbelah Soal Prospek Siklus Pasar

Summary

Bitcoin (BTC) diperdagangkan sideways di sekitar $76.000 setelah kenaikan suku bunga The Fed, sementara para analis menyuarakan pandangan yang berbeda secara signifikan mengenai durasi pasar bearish dan prospek harga ke depan.

Text size
Background

Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan konsolidasi di sekitar level $76.000 setelah Federal Reserve AS menerapkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Menurut laporan Woofun AI, pasar saat ini sedang dalam proses mencerna dampak dari kebijakan makroekonomi tersebut.

Pandangan Analis yang Berbeda

Di tengah kondisi pasar yang stagnan, para trader dan analis menunjukkan perbedaan pandangan yang tajam mengenai evolusi siklus pasar kripto. Sejumlah pandangan yang dihimpun oleh Woofun AI menyoroti perdebatan antara kompresi siklus dan level resistensi harga.

Salah satu trader, KillaXBT, memprediksi bahwa BTC akan kesulitan mencapai $100.000 pada tahun 2026. Ia memperkirakan periode ini akan didominasi oleh fase akumulasi dan pergerakan dalam rentang terbatas (*range-bound*), dengan potensi penembusan level tersebut tertunda hingga tahun berikutnya.

Sebaliknya, analis Jelle berpendapat bahwa siklus empat tahunan tradisional mulai runtuh. Menurutnya, jika Bitcoin tidak mencatatkan level terendah baru pada bulan Oktober, maka *bear market* akan menjadi jauh lebih singkat dengan penurunan yang lebih kecil. Pandangan ini didukung oleh analis Rekt Capital, yang berdasarkan durasi historis *bear market* sekitar 365 hari, meyakini bahwa siklus penurunan saat ini mendekati akhir.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Risiko Makroekonomi Menjadi Sorotan

Kondisi makroekonomi tetap menjadi faktor risiko utama yang membayangi pasar aset digital. Ekonom Peter Schiff memperingatkan bahwa inflasi yang persisten dapat mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS naik hingga di atas 6%.

Kenaikan imbal hasil tersebut berpotensi menekan kinerja aset berisiko seperti saham dan Bitcoin, seraya meningkatkan daya tarik aset safe-haven seperti emas. Korelasi yang meningkat dengan aset tradisional ini menambah ketidakpastian dan volatilitas di pasar kripto.

Back to latest news

LATEST