Story
Era Baru Berkshire Hathaway: Greg Abel Gelontorkan Dana $28 Miliar Setelah 14 Kuartal

Berkshire Hathaway telah mengakhiri periode 14 kuartal sebagai penjual bersih dengan melakukan belanja modal secara agresif di bawah kepemimpinan CEO baru, Greg Abel. Konglomerat tersebut mengalokasikan $23,5 miliar untuk pembelian saham dan $4,5 miliar untuk pembelian kembali saham (*buyback*) selama kuartal kedua tahun 2026, sebuah sinyal jelas bahwa strategi alokasi modal perusahaan sedang berevolusi.
Rincian Belanja Kuartal II
Laporan keuangan kuartal kedua menunjukkan langkah tegas Abel untuk memanfaatkan tumpukan kas perusahaan. Meskipun cadangan kas masih sangat besar, yaitu $364,7 miliar, angka ini turun dari rekor $380,2 miliar pada kuartal sebelumnya. Langkah ini menandai penarikan dana pertama yang signifikan dalam lebih dari tiga tahun.
Beberapa alokasi modal utama pada kuartal ini meliputi:
- Penambahan Saham Alphabet: Sekitar $10 miliar diinvestasikan untuk menambah porsi kepemilikan di induk perusahaan Google, menunjukkan keyakinan pada sektor teknologi berkapitalisasi raksasa.
- Akuisisi Taylor Morrison: Perusahaan mengakuisisi pengembang perumahan Taylor Morrison senilai $6,8 miliar dengan harga $72,50 per saham. Langkah ini memperkuat posisi Berkshire di sektor properti AS.
- Akselerasi Buyback: Selain $4,5 miliar di Q2, Berkshire juga melakukan *buyback* senilai $3,3 miliar pada bulan Juli, mengindikasikan bahwa manajemen memandang sahamnya sendiri masih undervalued.
Dampak Pasar dan Pergeseran Strategi
AdPasar merespons positif langkah proaktif ini. Saham Berkshire Hathaway A (BRK.A) mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $806.103 pada 10 Agustus 2026, sementara saham kelas B (BRK.B) juga mencetak rekor di $537,74. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap kepemimpinan baru.
Bagi investor, pergeseran ini menandakan perubahan filosofi. Strategi Warren Buffett yang cenderung menahan kas untuk menunggu krisis besar kini berevolusi. Abel menunjukkan kesediaan untuk mengerahkan modal pada peluang yang ada, baik di pasar saham publik maupun melalui akuisisi penuh. Laba operasional perusahaan juga naik 16% menjadi $12,98 miliar, menunjukkan fundamental bisnis yang solid.
Latar Belakang dan Prospek
Langkah ini diambil di tengah kinerja portofolio investasi Berkshire yang kuat, yang mencatatkan keuntungan investasi belum direalisasi sebesar $16,08 miliar. Kenaikan ini terutama didorong oleh apresiasi saham di Alphabet, American Express, Bank of America, dan Coca-Cola.
Para analis memiliki pandangan yang beragam mengenai prospek perusahaan. UBS menaikkan target harganya untuk saham BRK.A menjadi $906.000 dengan peringkat Beli, sementara KBW justru memangkas targetnya menjadi $695.000 dengan peringkat Underperform, menyoroti ketidakpastian makroekonomi. Namun, yang jelas adalah era baru alokasi modal di Berkshire Hathaway telah dimulai.