Story
Produk Pemutih Kulit Beracun Masih Dijual di Amazon dan TikTok Meski Telah Dilarang

Summary
Investigasi Reuters menemukan lebih dari 20 produk pencerah kulit yang mengandung merkuri dan telah dilarang masih tersedia di marketplace pihak ketiga seperti Amazon, Temu, dan TikTok Shop, satu dekade setelah perjanjian internasional melarang penggunaannya.
Satu dekade setelah Konvensi Minamata melarang produk kosmetik yang mengandung merkuri, sebuah tinjauan oleh Reuters menemukan bahwa lebih dari 20 produk pemutih kulit ilegal tersebut masih tersedia untuk dibeli di marketplace pihak ketiga yang dioperasikan oleh Amazon, Temu, dan TikTok Shop di beberapa negara.
Temuan ini menyoroti tantangan berkelanjutan bagi regulator dan platform e-commerce dalam menegakkan larangan terhadap produk berbahaya, bahkan ketika penjual menjadi lebih canggih dalam menyembunyikan bahan-bahan terlarang.
Temuan Investigasi Reuters
Investigasi yang meninjau informasi yang tersedia untuk umum menemukan lusinan produk yang masuk dalam daftar larangan regulator masih dijual secara bebas. Produk-produk ini tidak mencantumkan merkuri sebagai bahan, meskipun regulator sebelumnya telah mengidentifikasi keberadaan toksin tersebut.
- Platform Teridentifikasi: Produk-produk terlarang ditemukan di platform e-commerce Amazon, Temu, dan TikTok Shop di Amerika Serikat, serta di marketplace Amazon di Prancis, India, Uni Emirat Arab, dan Belgia per 1 September.
- Pembelian Terkonfirmasi: Jurnalis Reuters berhasil membeli beberapa produk yang diduga mengandung merkuri, termasuk krim kecantikan buatan Pakistan dan Meksiko, serta sabun pemutih dari Filipina, melalui platform-platform tersebut.
- Taktik Penjual: Beberapa penjual di marketplace ditemukan menggunakan metode untuk menghindari deteksi, seperti mendaftarkan ulang produk dengan nama yang menyesatkan atau mengaburkan nama merek asli pada gambar produk.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), paparan merkuri dapat menyebabkan kerusakan serius pada ginjal, otak, dan sistem saraf. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) membatasi kandungan merkuri dalam kosmetik tidak lebih dari 1 bagian per juta (ppm), sementara banyak produk ilegal yang ditemukan mengandung kadar yang jauh lebih tinggi.
Tantangan Regulasi dan Tanggapan Platform
Regulator dan para advokat kesehatan masyarakat mengakui adanya kesulitan dalam mengawasi pasar e-commerce global yang luas. Model bisnis platform yang mengandalkan penjual pihak ketiga menciptakan tantangan dalam hal akuntabilitas dan penegakan hukum.
AdMenanggapi temuan Reuters, Amazon, Temu, dan TikTok menyatakan bahwa mereka melarang penjualan produk-produk spesifik tersebut. Para perusahaan mengatakan sedang mengambil langkah-langkah untuk menghapusnya dari situs mereka dan akan menindak penjual yang melanggar.
- Amazon: Menyatakan memiliki kontrol proaktif dan bekerja sama dengan regulator untuk memperbarui daftar produk yang dilarang, serta akan menangguhkan "penjual yang berkelit".
- TikTok: Mengonfirmasi akan menghapus produk yang melanggar aturannya, yang melarang produk yang bertujuan untuk memutihkan atau mencerahkan kulit.
- Temu: Berjanji akan meninjau daftar produknya dan mengambil tindakan yang sesuai jika ditemukan pelanggaran.
WHO menyatakan kesadarannya bahwa produk pencerah kulit yang mengandung merkuri terus dijual melalui platform online lintas batas, yang membuat pengawasan dan penegakan hukum menjadi lebih sulit. Diperlukan lebih banyak regulasi dan koordinasi antara pemerintah, penjual, dan pihak terkait lainnya.
Latar Belakang dan Konteks Pasar
Konvensi Minamata pada tahun 2013, yang telah diratifikasi oleh lebih dari 150 negara, melarang pembuatan, impor, atau penjualan produk yang mengandung merkuri. Namun, permintaan pasar tetap tinggi, terutama di Asia, Afrika, dan Karibia, di mana industri pencerah kulit bernilai miliaran dolar.
Produk yang mengandung merkuri tetap populer karena harganya yang relatif murah dan efeknya yang cepat dibandingkan dengan agen pencerah legal seperti asam kojic atau arbutin. Menurut Winston Morgan, seorang profesor toksikologi di University of East London, merkuri dapat memberikan efek pencerahan dalam hitungan hari, jauh lebih cepat daripada alternatif yang sah.