Story

BofA Proyeksikan AUD/NZD Melemah Akibat Divergensi Kebijakan Bank Sentral

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 29, 20261 min read
BofA Proyeksikan AUD/NZD Melemah Akibat Divergensi Kebijakan Bank Sentral
Text size
Background

Bank of America (BofA) merekomendasikan untuk menjual dolar Australia terhadap dolar Selandia Baru (AUD/NZD), dengan alasan adanya ekspektasi divergensi kebijakan antara bank sentral kedua negara hingga akhir tahun. Lembaga keuangan tersebut mencatat bahwa divergensi ini lebih nyata daripada yang diperhitungkan oleh pasar saat ini.

Perbedaan Arah Kebijakan Moneter

Di Australia, BofA memproyeksikan tidak akan ada perubahan suku bunga hingga pertengahan 2027, dengan pemangkasan suku bunga baru akan dimulai pada Agustus 2027. Prospek ini didasarkan pada rilis data inflasi (IHK) yang lebih rendah dari konsensus dan komentar *dovish* dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Michele Bullock, yang membuat kenaikan suku bunga dalam waktu dekat sangat tidak mungkin.

Sebaliknya, situasi di Selandia Baru sangat kontras. Menurut BofA, inflasi yang tinggi dan persisten kemungkinan akan mendorong Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) untuk menaikkan suku bunga pada bulan September dan Desember mendatang. Perbedaan sikap kebijakan yang tajam antara RBA dan RBNZ ini menjadi dasar utama rekomendasi BofA.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Implikasi Pasar dan Posisi Investor

Berdasarkan prospek kebijakan bank sentral tersebut, BofA memposisikan diri untuk pelemahan bertahap pada pasangan mata uang AUD/NZD. Analisis ini juga didukung oleh data posisi investor di pasar berjangka.

Data dari CFTC menunjukkan bahwa posisi jual (*short*) *net non-commercial* pada dolar Selandia Baru (NZD) masih berada di dekat level terendah dalam lima tahun terakhir, meskipun sebagian telah ditutup. Hal ini mengindikasikan masih ada ruang bagi penguatan NZD jika posisi jual tersebut terus dilikuidasi. BofA juga menambahkan bahwa minimnya data ekonomi signifikan hingga rilis data inflasi bulanan pada akhir Agustus kemungkinan akan membuat harga pasar tidak banyak berubah dalam jangka pendek.

Back to latest news

LATEST