Story
Baker Hughes Proyeksikan Belanja Minyak Global Turun Tipis Tahun Ini

Summary
Penyedia layanan ladang minyak Baker Hughes memperkirakan belanja produsen migas global akan sedikit menurun tahun ini, karena pertumbuhan di beberapa kawasan diimbangi oleh kehati-hatian akibat konflik Timur Tengah.
Perusahaan penyedia layanan ladang minyak Baker Hughes pada hari Senin menyatakan ekspektasinya bahwa belanja global oleh produsen minyak dan gas akan mengalami penurunan tipis tahun ini. Proyeksi ini didasarkan pada dinamika regional yang beragam, di mana ketegangan geopolitik menekan aktivitas di beberapa pasar utama.
Proyeksi Belanja Regional
Baker Hughes mengatakan bahwa pertumbuhan belanja di Amerika Latin, lepas pantai Afrika, dan daratan Amerika Utara akan diimbangi oleh penurunan belanja di Eropa dan Timur Tengah. Konflik di Timur Tengah telah menjadi faktor dominan yang memengaruhi pasar energi tahun ini, memaksa para produsen untuk mengambil sikap yang lebih hati-hati daripada meningkatkan aktivitas pengeboran.
"Pelanggan tetap fokus untuk memaksimalkan produksi dari aset yang ada sambil menjaga fleksibilitas untuk merespons kondisi pasar yang terus berkembang," kata CEO Lorenzo Simonelli dalam panggilan konferensi dengan para analis. Sikap hati-hati ini mencerminkan ketidakpastian yang membayangi sektor energi.
Kinerja Perusahaan dan Dampak Konflik
Terlepas dari prospek belanja yang melunak, kinerja kuartalan Baker Hughes melampaui estimasi laba, yang mendorong sahamnya naik lebih dari 6%. Secara khusus, pesanan untuk segmen Teknologi Industri dan Energi (IET) naik dua kali lipat secara tahunan (*year-over-year*) mencapai rekor $7,1 miliar.
AdNamun, perusahaan memperingatkan bahwa segmen IET diperkirakan akan menghadapi penurunan pendapatan sebesar 1%-2% akibat gangguan yang disebabkan oleh konflik. Baker Hughes memproyeksikan pendapatan kuartal ketiga untuk segmen IET antara $3,17 miliar hingga $3,47 miliar, angka ini berada di bawah ekspektasi analis sebesar $3,79 miliar, menurut data yang dihimpun oleh LSEG.
Pandangan ke Depan
CFO Ahmed Moghal menyatakan bahwa perusahaan mengantisipasi adanya peningkatan tekanan logistik dan inflasi di fasilitas regionalnya selama kuartal ketiga. "Meskipun dampak keseluruhan dari gangguan di Timur Tengah seharusnya tetap terkendali, kami memperkirakan adanya beberapa peningkatan [tekanan]," kata Moghal.
Ia menambahkan bahwa dampak dari konflik tersebut diperkirakan akan diimbangi oleh kekuatan di wilayah-wilayah di luar Timur Tengah, menunjukkan adanya diversifikasi geografis yang dapat memitigasi sebagian risiko.