Story
Dolar Australia Menguat Tajam Setelah Pernyataan Hawkish Gubernur RBA

Summary
Dolar Australia naik signifikan terhadap dolar AS, didorong oleh pernyataan hawkish dari Gubernur RBA Michele Bullock yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Dolar Australia menguat 0,3% terhadap dolar AS ke level 0,7129 pada hari Jumat, sebuah pergerakan yang utamanya dipicu oleh perubahan ekspektasi pasar yang menjadi hawkish setelah Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Michele Bullock, memberikan kesaksian di hadapan komite parlemen.
Komentar Hawkish Mendorong Ekspektasi Suku Bunga
Dalam testimoninya, Gubernur Bullock menyatakan bahwa risiko kenaikan inflasi yang telah diidentifikasi oleh bank sentral pada bulan Agustus kini mulai menjadi kenyataan. Menurut Bullock, tekanan utama berasal dari kenaikan harga minyak di Timur Tengah, lonjakan investasi global pada kecerdasan buatan (AI), dan cuaca ekstrem.
Pernyataan ini secara dramatis mengubah sentimen pasar. Probabilitas tersirat di pasar untuk kenaikan suku bunga RBA pada 29 September melonjak hingga 93%. Selain itu, ekspektasi suku bunga puncak (terminal rate) kini diproyeksikan mencapai 4,85% pada awal tahun 2027.
Proyeksi Analis dan Dampak Pasar
AdMenambah sentimen penguatan, bank investasi UBS dengan cepat merevisi proyeksinya. UBS kini memperkirakan akan ada dua kenaikan suku bunga tambahan dari RBA, dengan target suku bunga puncak yang sama di level 4,85%. Langkah ini memperkuat penyesuaian harga (repricing) yang hawkish di seluruh pasar suku bunga.
Pelemahan Dolar AS Memberi Ruang Penguatan
Penguatan dolar Australia juga didukung oleh pelemahan dolar AS pada hari yang sama. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yields) sedikit menurun setelah reli pasca-pertemuan The Fed di sesi sebelumnya, sehingga mengurangi daya tarik relatif greenback.
Meskipun demikian, sikap hawkish The Fed sendiri, di mana Ketua Jerome Powell (disebut Kevin Warsh dalam sumber) mengisyaratkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut, memberikan batas bawah bagi pelemahan dolar AS. Hal ini membatasi potensi penguatan dolar Australia yang lebih besar.