Story
Mata Uang Asia Bergerak Campuran, Dolar AS Bertahan di Puncak 7 Minggu Pasca Keputusan The Fed

Mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang beragam pada hari Kamis, setelah dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tujuh minggu menyusul kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Rupiah termasuk di antara mata uang yang melemah, sementara yen Jepang relatif stabil menjelang keputusan kebijakan dari Bank of Japan (BOJ).
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, diperdagangkan di sekitar level 100,30, sedikit berubah setelah naik 0,7% pada sesi sebelumnya, menurut data Investing.com.
Dolar Menguat Pasca Sikap Hawkish The Fed
Kekuatan dolar didorong oleh keputusan Federal Reserve yang secara bulat menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke rentang 3,75%-4,00%. Ini menandai kenaikan suku bunga pertama di AS dalam tiga tahun terakhir.
Proyeksi terbaru dari para pejabat The Fed juga mengindikasikan kemungkinan adanya satu kenaikan lagi pada tahun 2026. Pasar berjangka suku bunga kini memperkirakan probabilitas sekitar 90% untuk kenaikan 25 basis poin lagi pada akhir tahun, kemungkinan besar pada pertemuan bulan Desember.
Pergerakan Mata Uang Regional
Di tengah penguatan dolar, mata uang regional menunjukkan reaksi yang bervariasi. Rupiah Indonesia tercatat melemah terhadap dolar AS.
Ad- Pasangan USD/IDR naik 0,6% ke level 17.755,1.
- Pasangan USD/KRW (won Korea Selatan) naik 0,2% menjadi 1.379,63.
- Pasangan USD/MYR (ringgit Malaysia) menguat 0,4% ke 4.0977.
- Sebaliknya, USD/SGD (dolar Singapura) turun 0,14% ke 1.2763.
Yen Jepang diperdagangkan di sekitar 156,08 per dolar, mendekati level terendahnya dalam dua minggu. Para pelaku pasar kini menantikan pertemuan Bank of Japan pada hari Jumat, dengan ekspektasi bank sentral tersebut akan menaikkan suku bunga untuk merespons tekanan inflasi yang persisten.
Sementara itu, yuan Tiongkok menunjukkan ketahanan, dengan pasangan USD/CNY diperdagangkan datar di 6,71. Hal ini terjadi di saat Tiongkok memperluas sistem kliring sentralnya untuk lebih banyak mata uang asing guna mendorong perdagangan langsung dengan yuan dan mengurangi ketergantungan pada dolar.
Konteks Pasar Global
Pergeseran sikap The Fed yang lebih *hawkish* menempatkan fokus pasar pada keputusan bank sentral utama lainnya. Bank of England dijadwalkan akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) telah menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin minggu lalu.
Analis di DBS menyatakan ekspektasi bahwa indeks dolar AS (DXY) akan tetap berada dalam rentang luas 96-102 yang telah terbentuk sejak pertengahan 2025. Menurut mereka, lingkungan saat ini tidak menyerupai siklus kenaikan suku bunga yang dipimpin AS pada tahun 2022.