Story
Artiva Biotherapeutics Menghentikan Uji Coba Terapi Sel, Memecat 94% Staf Setelah Kematian Pasien

Artiva Biotherapeutics (NASDAQ: ARTV) mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka menghentikan pengembangan terapi sel eksperimentalnya, AlloNK, setelah dua kematian pasien dalam uji coba tahap menengah. Perusahaan akan memangkas sekitar 94% tenaga kerjanya dan mulai menjajaki alternatif strategis, yang menyebabkan sahamnya turun 30% dalam perdagangan pra-pasar.
Uji Coba Dihentikan Setelah Kejadian Fatal
Keputusan untuk menghentikan program tersebut menyusul dua kematian pasien selama uji coba yang menguji AlloNK sebagai pengobatan potensial untuk kondisi autoimun, termasuk rheumatoid arthritis. Artiva memberikan detail tentang kedua insiden tersebut:
- Satu pasien meninggal karena kejadian neurologis setelah menerima perawatan. Perusahaan menyatakan bahwa baik peneliti maupun peninjau keamanan independen menentukan bahwa kejadian tersebut kemungkinan terkait dengan komplikasi dari fludarabin, obat kemoterapi yang digunakan dalam rejimen pengobatan.
- Pasien kedua meninggal mendadak sekitar dua bulan setelah memulai perawatan. Menurut Artiva, seorang peneliti menilai kematian ini tidak terkait dengan terapi AlloNK.
AdRestrukturisasi Perusahaan dan Reaksi Pasar
Kegagalan klinis tersebut memicu perombakan perusahaan yang drastis. Selain pengurangan tenaga kerja besar-besaran, Artiva kini sedang mencari "alternatif strategis," sebuah istilah yang sering menandakan bahwa perusahaan mungkin sedang mencari merger, penjualan, atau likuidasi asetnya.
"Setelah pertimbangan yang cermat, kami telah membuat keputusan sulit untuk menghentikan pengembangan AlloNK dan untuk mencari alternatif strategis," kata CEO Fred Aslan dalam pengumuman perusahaan. Berita tersebut disambut dengan aksi jual tajam dari investor, yang mencerminkan dampak signifikan dari kegagalan uji klinis tersebut terhadap prospek masa depan perusahaan.