Story
Amazon Terbitkan Obligasi Sterling untuk Pertama Kali di Tengah Kebutuhan Dana AI

Amazon.com Inc. mulai menawarkan obligasi dalam mata uang pound sterling pada hari Rabu, menandai debut perusahaan di pasar utang Inggris. Langkah ini mencerminkan tren yang lebih luas di antara raksasa teknologi untuk mendiversifikasi sumber pendanaan mereka guna membiayai investasi besar dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Detail Penawaran
Menurut memo dari bank yang mengelola transaksi, penawaran obligasi ini terdiri dari empat bagian dengan tenor yang berbeda. Panduan harga awal ditetapkan sebagai berikut:
- Tenor 3 tahun: sekitar 70 basis poin di atas obligasi pemerintah Inggris (Gilts).
- Tenor 6 tahun: sekitar 90 basis poin di atas Gilts.
- Tenor 12 tahun: sekitar 105 basis poin di atas Gilts.
- Tenor 19 tahun: sekitar 110 basis poin di atas Gilts.
Penetapan harga final untuk obligasi ini diharapkan akan dilakukan pada Rabu malam. Pound sterling menjadi mata uang terbaru dalam program pendanaan Amazon, yang sebelumnya telah merambah pasar obligasi euro dan franc Swiss.
Tren Pendanaan Sektor Teknologi
AdLangkah Amazon mengikuti jejak perusahaan teknologi besar lainnya yang gencar mencari dana untuk ekspansi AI. Induk usaha Google, Alphabet, menjadi pelopor dengan menerbitkan obligasi sterling senilai £5,5 miliar pada bulan Februari. Alphabet juga telah menerbitkan utang dalam mata uang yen Jepang, dolar Kanada, dan dolar Australia tahun ini.
Menurut data LSEG, perusahaan-perusahaan teknologi telah menerbitkan utang lebih dari $200 miliar sepanjang tahun ini. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat jumlah yang dihimpun selama keseluruhan tahun 2025, menunjukkan skala kebutuhan modal yang sangat besar di sektor ini.
Implikasi bagi Pasar
Langkah agresif perusahaan teknologi dalam menerbitkan utang mulai menarik perhatian regulator. Bank Sentral Eropa (ECB) pada awal September menyatakan kekhawatiran bahwa peningkatan emisi obligasi oleh perusahaan teknologi di zona euro berpotensi menimbulkan efek *crowding out*, yaitu menyingkirkan peminjam lain dan meningkatkan biaya pendanaan mereka.
Selain itu, ada indikasi bahwa selera investor terhadap utang teknologi mungkin mendekati batasnya. Penjualan obligasi terakhir Amazon pada bulan Juli, yang berhasil mengumpulkan $25 miliar, dilaporkan menarik permintaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penawaran sebelumnya.