Story

RUU Pipa LNG Alaska Tertahan, Gubernur Sebut 'Sinyal Negatif' bagi Investor

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 13, 20262 min read
RUU Pipa LNG Alaska Tertahan, Gubernur Sebut 'Sinyal Negatif' bagi Investor

Summary

Gubernur Alaska Mike Dunleavy menyatakan kekecewaannya setelah RUU penting untuk proyek Alaska LNG senilai $50 miliar tertahan di legislatif, memperingatkan hal ini mengirimkan sinyal negatif kepada investor dan mitra potensial.

Text size
Background

Sebuah rancangan undang-undang (RUU) krusial yang bertujuan untuk memajukan proyek gas alam cair (LNG) Alaska senilai $50 miliar telah terhenti di badan legislatif negara bagian. Gubernur Mike Dunleavy memperingatkan bahwa penundaan ini mengirimkan "sinyal negatif" kepada para investor dan calon mitra proyek yang dirancang untuk mengekspor gas ke Asia.

Rincian Penundaan Legislatif

Gubernur Dunleavy menyatakan "kekecewaan mendalam" dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Rabu malam, setelah badan legislatif memutuskan untuk tidak menggelar sidang kembali guna memberikan suara pada perubahan pajak yang diperlukan untuk proyek tersebut. Menurut laporan stasiun berita lokal KTUU, para legislator menyebutkan kurangnya dukungan sebagai alasan penundaan.

Penundaan ini menciptakan hambatan baru bagi proyek strategis tersebut. Menanggapi hal ini, Dunleavy kini mendesak para legislator untuk kembali bersidang pada 20 Agustus untuk melakukan pemungutan suara. Selain untuk ekspor, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan akses gas untuk kebutuhan domestik.

Dampak pada Proyek dan Investor

Penundaan legislatif ini menambah ketidakpastian bagi pengembang utama, Glenfarne, yang sedang berupaya mencapai keputusan investasi akhir (Final Investment Decision - FID) pada tahun ini dan tahun depan. Untuk mendapatkan pembiayaan, Glenfarne perlu mengamankan perjanjian jual-beli yang mengikat (binding offtake deals) untuk 80% dari total kapasitas ekspor yang direncanakan sebesar 20 juta metrik ton per tahun.

Beberapa kesepakatan penting telah dirintis untuk proyek ini:

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Perusahaan importir LNG terbesar Jepang, JERA dan Tokyo Gas, telah menandatangani kesepakatan awal untuk membeli gabungan 2 juta metrik ton per tahun.
  • Pada bulan Maret, eksekutif Glenfarne menyatakan telah mengantongi komitmen untuk 13 juta ton per tahun, yang berarti masih dibutuhkan perjanjian mengikat untuk 3 juta ton lagi.

Ketidakpastian regulasi seperti ini dapat menghambat upaya untuk mengubah komitmen tersebut menjadi kontrak yang mengikat, yang merupakan syarat mutlak bagi lembaga keuangan untuk mendanai proyek skala besar.

Konteks dan Urgensi Domestik

Selain potensi ekspor, Gubernur Dunleavy menyoroti krisis energi yang membayangi di tingkat domestik. "Alaska kehabisan gas alam yang terjangkau dan andal," katanya, seraya menambahkan bahwa penundaan ini hanya meningkatkan risiko dan biaya bagi negara bagian.

Proyek Alaska LNG telah mendapat perhatian di tingkat nasional, di mana pemerintahan Trump sebelumnya mempromosikannya sebagai cara untuk meningkatkan keamanan nasional dan perdagangan dengan sekutu seperti Jepang. Eksekutif Glenfarne juga mencatat pada bulan Maret bahwa perang di Timur Tengah telah memicu minat baru dari Asia terhadap pasokan gas dari Alaska, yang dianggap sebagai sumber yang stabil dan aman secara geopolitik.

Back to latest news

LATEST