Story

Imbal Hasil Treasury AS 2 Tahun Turun Tipis Seiring Data CPI Sesuai Ekspektasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 12, 20262 min read
Imbal Hasil Treasury AS 2 Tahun Turun Tipis Seiring Data CPI Sesuai Ekspektasi
Text size
Background

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun turun tipis pada hari Rabu setelah rilis data inflasi Juli yang sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi. Angka-angka tersebut meredakan kekhawatiran pasar akan potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan bulan September mendatang.

Data Inflasi Sesuai Konsensus

Menurut data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS, Indeks Harga Konsumen (IHK) utama naik 0,1% secara bulanan pada bulan Juli. Secara tahunan, inflasi melambat menjadi 3,4% dari 3,5% pada bulan Juni.

Sementara itu, IHK inti, yang tidak termasuk komponen makanan dan energi yang fluktuatif, naik 0,2% secara bulanan dan melambat menjadi 2,5% secara tahunan. Seluruh angka tersebut, baik utama maupun inti, persis sama dengan perkiraan konsensus para ekonom, memberikan kelegaan bagi pasar pendapatan tetap.

Dampak Pasar dan Prospek The Fed

Pasar obligasi merespons dengan tenang, mencerminkan kelegaan bahwa tidak ada kejutan inflasi yang lebih panas. Imbal hasil Treasury tenor 2 tahun, yang sangat sensitif terhadap arah kebijakan moneter, turun tipis ke level sekitar 4,18% dari 4,19% di awal sesi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun hampir tidak berubah di level 4,657%, sementara imbal hasil tenor 30 tahun stabil di sekitar 5,222%. Data inflasi yang moderat ini, ditambah dengan laporan pekerjaan yang lemah minggu lalu, semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan bulan September.

Risiko dari Kenaikan Harga Energi

Meskipun data inflasi memberikan sentimen positif, kenaikan harga energi menjadi faktor yang membatasi penurunan imbal hasil lebih lanjut. Harga minyak mentah acuan Brent mendekati $89 per barel, mencatatkan kenaikan untuk hari keenam berturut-turut.

Kenaikan ini didorong oleh kebuntuan diplomatik terkait pelayaran komersial di Selat Hormuz. Ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah menimbulkan risiko inflasi dari sisi energi, membuat para pelaku pasar obligasi tetap berhati-hati menjelang rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) dan penjualan ritel di akhir pekan.

Back to latest news

LATEST