Story

Yaman di Ambang Perang Baru, Serangan Houthi Ancam Stabilitas Regional dan Pasokan Minyak

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 24, 20262 min read
Yaman di Ambang Perang Baru, Serangan Houthi Ancam Stabilitas Regional dan Pasokan Minyak

Summary

Ketegangan di Yaman meningkat tajam setelah serangan Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi, memicu kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik dan potensi gangguan pada jalur pelayaran minyak utama di Laut Merah.

Text size
Background

Yaman berada di ambang dimulainya kembali konflik yang telah membeku selama lebih dari satu dekade, menyusul serangkaian serangan oleh kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran terhadap infrastruktur dan kapal tanker Arab Saudi. Eskalasi ini menguji kesabaran kerajaan dan mengancam gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 2022, menurut para pejabat Yaman, diplomat Barat, dan analis.

Eskalasi Serangan dan Penumpukan Militer

Dalam beberapa hari terakhir, pasukan Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dilaporkan telah meningkatkan kehadiran militer di sepanjang garis depan yang membentang dari pantai Laut Merah hingga perbatasan Saudi. Perkembangan ini menyusul serangan Houthi ke sebuah bandara Saudi dan dua serangan terhadap kapal tanker minyak Saudi, yang diklaim sebagai bagian dari blokade laut yang mereka berlakukan.

Kelompok Houthi menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Saudi, sebuah klaim yang dibantah oleh Riyadh. "Sejak 2022, ini adalah persiapan konflik paling serius yang pernah saya lihat," kata Baraa Shiban, seorang analis Yaman dan associate fellow di lembaga think tank Royal United Services Institute, seperti dikutip oleh Reuters.

Dampak pada Pasar Energi Global

Eskalasi ini memiliki implikasi signifikan bagi pasar energi. Blokade laut yang diumumkan oleh Houthi dapat mengancam jutaan barel minyak per hari yang dipompa melalui pipa ke pantai Laut Merah Arab Saudi. Rute ini merupakan jalur alternatif vital untuk menghindari Selat Hormuz yang hampir sepenuhnya diblokade oleh Iran.

Dengan meningkatkan tekanan, Houthi berupaya mendapatkan konsesi finansial dan politik, sekaligus memperluas pengaruh mereka atas selat strategis Bab al-Mandeb. Selat ini adalah titik vital (chokepoint) yang mengontrol akses dari Laut Merah ke Samudra Hindia, menjadikannya krusial bagi perdagangan dan pasokan energi global.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Pergeseran Kalkulus Arab Saudi

Serangan terbaru ini menantang upaya Arab Saudi selama bertahun-tahun untuk menghindari konflik baru di Yaman agar dapat fokus pada rencana transformasi ekonomi Vision 2030. Namun, kesabaran Riyadh tampaknya menipis.

Menurut Farea al-Muslimi, seorang research fellow di Chatham House, ada perasaan yang berkembang bahwa "perdamaian dengan Houthi tidak dapat dicapai, dan perang yang tertunda mungkin terbukti lebih mahal." Selain itu, sentimen internasional telah berbalik melawan Houthi setelah serangan mereka terhadap pelayaran internasional dan penahanan staf PBB, yang berpotensi memberikan Riyadh lebih banyak ruang politik untuk melakukan intervensi kembali.

Upaya Diplomatik Terancam

Upaya mediasi yang dipimpin oleh PBB dan Oman terus berlanjut, namun para diplomat Barat menyuarakan pesimisme yang meningkat terhadap prospek resolusi damai. Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, mengonfirmasi perjalanannya ke Oman dan Arab Saudi untuk membahas de-eskalasi, namun mengakui bahwa "peristiwa baru-baru ini telah membawa Yaman ke arah yang berlawanan."

Back to latest news

LATEST