Story

Venezuela Hadapi Pemadaman Listrik dan Air Lebih Parah di Tengah Ancaman El Niño

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Aug 13, 20262 min read
Venezuela Hadapi Pemadaman Listrik dan Air Lebih Parah di Tengah Ancaman El Niño

Summary

Pemerintah Venezuela memperingatkan potensi pemadaman listrik dan air yang lebih parah akibat fenomena El Niño, memperdalam krisis infrastruktur yang telah berlangsung lama dan menghambat upaya pemulihan pasca-gempa.

Text size
Background

Pemerintah Venezuela telah meminta warganya untuk menghemat listrik dan air, menandakan potensi pemadaman yang lebih luas dan parah di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Niño. Peringatan ini datang kurang dari dua bulan setelah negara tersebut dilanda gempa kembar dahsyat yang menewaskan lebih dari 6.000 orang, menambah beban bagi masyarakat yang sudah menghadapi krisis.

Peringatan El Niño Perburuk Krisis

Presiden Interim Delcy Rodriguez pekan lalu menyatakan bahwa El Niño, sebuah fenomena periodik yang menghangatkan permukaan Samudra Pasifik dan mengubah pola cuaca global, sudah mulai berdampak pada negara anggota OPEC tersebut dan dapat membawa kekeringan sebelum akhir tahun. Menurutnya, kondisi ini membuat konservasi listrik dan air menjadi sebuah keharusan.

Panggilan untuk konservasi yang lebih luas ini memicu protes baru di berbagai daerah. Warga dan pelaku bisnis telah menderita akibat pemadaman listrik hingga 10 jam per hari, kerusakan peralatan yang sering terjadi, dan pasokan air yang tidak menentu. "Saya tidak habis pikir tentang langkah-langkah penghematan listrik lebih lanjut jika kami sama sekali tidak memilikinya," kata Mariela Nunez, seorang pensiunan guru berusia 75 tahun di kota Valencia, seperti dikutip oleh Reuters.

Akar Masalah Infrastruktur

Krisis listrik di Venezuela bukanlah masalah baru. Para ahli menunjuk pada kurangnya investasi selama bertahun-tahun dan penundaan pemeliharaan sebagai penyebab utama, yang kini diperparah oleh El Niño.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Kapasitas Tersedia: Venezuela hanya memiliki kurang dari 13.000 megawatt (MW) kapasitas pembangkit yang tersedia dari total 36.000 MW yang terpasang.
  • Defisit Pasokan: Terdapat kekurangan lebih dari 1.500 MW antara pasokan saat ini dan permintaan.
  • Ketergantungan pada Tenaga Air: Hampir 90% kapasitas pembangkit termal tidak beroperasi, meningkatkan ketergantungan pada tenaga air, terutama dari sistem bendungan Guri, hingga lebih dari 80%.

"Kita harus jujur. El Niño bukanlah penyebab krisis layanan publik," kata Jose Antonio Robles, yang memimpin pusat insinyur negara bagian Zulia. "Ini hanya memperburuk defisit yang sudah berlangsung lama." Meskipun pemerintah berjanji untuk memulihkan kapasitas hingga 4.800 MW pada akhir tahun, banyak pihak tetap skeptis karena janji-janji serupa di masa lalu tidak terpenuhi.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Dampak dari krisis ini meluas ke seluruh sendi ekonomi dan sosial, menghambat upaya pemulihan pasca-gempa. Di Caracas, pemerintah telah memerintahkan gedung perkantoran dan mal untuk mematikan lift selama tiga jam per hari, sementara beberapa kantor publik mengurangi layanan menjadi tiga hari per minggu.

Dunia usaha, mulai dari pabrik hingga toko, mengantisipasi penurunan produksi dan kerugian pendapatan jika pasokan semakin ketat. "Bagaimana perusahaan akan berinvestasi di Venezuela? Bagaimana mereka akan tumbuh jika tidak ada kepastian atas pemulihan sistem kelistrikan nasional?" tanya Ernesto Abbas, pemimpin kamar dagang di negara bagian industri Carabobo. Bagi para korban gempa yang tinggal di tenda-tenda, ancaman pemadaman baru ini menambah ketidakpastian dan penderitaan mereka.

Back to latest news

LATEST