Story
Iran Kecam Rencana Sanksi Baru AS di Tengah Gangguan Pasokan Minyak

Summary
Teheran mengecam rencana Washington untuk mengumumkan sanksi baru yang lebih keras, meningkatkan ketegangan setelah enam bulan konflik yang telah secara drastis mengurangi lalu lintas minyak di Selat Hormuz.
Iran pada hari Sabtu mengecam rencana Amerika Serikat untuk mengumumkan sanksi ekonomi baru, sebuah langkah yang dapat semakin menekan ekonomi Republik Islam tersebut dan meningkatkan ketegangan di tengah konflik yang telah berlangsung selama hampir enam bulan.
Langkah ini diperkirakan akan memperburuk gangguan signifikan pada pasokan minyak global yang melalui Selat Hormuz, sebuah jalur air vital yang lalu lintasnya hampir terhenti.
Sanksi Baru dan Peringatan Keras
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan akan mengumumkan sanksi tersebut pada hari Senin, yang sebelumnya ia sebut sebagai "sanksi terberat dalam sejarah". Sanksi ini kemungkinan besar akan menargetkan mitra dagang utama Iran, terutama Tiongkok, yang menurut data Kpler tahun 2025 membeli lebih dari 80% minyak Iran yang dikirim melalui laut.
Menanggapi hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa sanksi sekunder semacam itu merupakan "penegasan kedaulatan ekstrateritorial atas setiap negara anggota PBB yang merdeka" dan "tidak memiliki dasar dalam hukum internasional." Di sisi militer, Kepala Staf angkatan bersenjata Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, berjanji akan memberikan "respons yang menghancurkan, menghukum, dan melumpuhkan" terhadap ancaman musuh.
Dampak pada Pasar Minyak dan Selat Hormuz
Konflik yang dimulai sejak 28 Februari telah secara efektif menghentikan pengiriman minyak di Selat Hormuz. Jalur air yang sebelumnya dilalui oleh sekitar seperlima dari konsumsi minyak dunia kini mengalami penurunan drastis.
Ad- Menurut Menteri Energi AS Chris Wright, militer AS membantu pergerakan rata-rata 8 juta barel per hari (bpd) minyak melalui selat tersebut.
- Angka ini turun tajam dari lebih dari 20 juta bpd sebelum perang.
- Data pelacakan kapal menunjukkan hanya empat kapal komoditas yang berlayar di selat itu pada hari Kamis, tanpa ada kapal tanker minyak mentah besar atau tanker gas alam cair (LNG).
Meskipun ada blokade, kantor berita negara Iran IRNA melaporkan bahwa Teheran telah memberikan izin khusus bagi sejumlah kapal tanker minyak Irak untuk melewati selat tersebut menyusul permintaan dari Baghdad.
Konteks Geopolitik
Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan konsekuensi ekonomi terhadap negara mana pun yang memberikan bantuan kepada Iran. Ia menyatakan bahwa Washington sedang mengamati perkembangan konflik dan menyebut Iran "ingin sekali membuat kesepakatan, tetapi mereka belum siap untuk membuat kesepakatan yang benar."
Sementara itu, Iran terus menunjukkan ketahanannya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian, seperti dikutip oleh kantor berita ISNA, juga menyerukan solusi diplomatik, dengan mengatakan, "Akan lebih baik untuk mengakhiri perang hari ini, ketika kita kuat dan memiliki martabat."