Story

Harga Minyak Naik Lagi Akibat Serangan Baru AS ke Iran, Picu Kekhawatiran Pasokan

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 9, 20261 min read
Harga Minyak Naik Lagi Akibat Serangan Baru AS ke Iran, Picu Kekhawatiran Pasokan

Summary

Harga minyak mentah melanjutkan kenaikannya setelah serangan baru Amerika Serikat terhadap target-target Iran. Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan dari Timur Tengah, terutama melalui Selat Hormuz.

Text size
Background

Harga minyak memperpanjang kenaikannya pada hari Kamis menyusul serangan baru yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap target-target Iran. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran pasar mengenai keamanan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah dan potensi gangguan pelayaran di jalur strategis Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan naik 1,12% menjadi $74,34 per barel, sementara minyak mentah berjangka Brent juga menguat 1,12% ke level $78,89 per barel. Kenaikan ini mengikuti lonjakan lebih dari 8% pada sesi sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan memerintahkan aksi militer baru, yang dibalas Teheran dengan ancaman penutupan Selat Hormuz.

Eskalasi terbaru ini dipicu oleh serangkaian serangan terhadap kapal-kapal komersial di dekat Selat Hormuz. Dalam beberapa hari terakhir, sebuah kapal tanker LNG Qatar, kapal tanker minyak mentah Arab Saudi, dan setidaknya satu kapal komersial lainnya dilaporkan terkena serangan. Insiden ini mendorong beberapa operator tanker untuk menunda atau mengubah rute perjalanan mereka sambil mengevaluasi kembali risiko keamanan.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Akibat serangan tersebut, Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin AS menaikkan tingkat ancaman untuk pelayaran di Selat Hormuz menjadi "parah". Washington menyatakan serangan balasan mereka bertujuan untuk menurunkan kemampuan Teheran mengancam pelayaran komersial. Di sisi lain, Iran telah memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap aset militer AS.

Konflik yang kembali memanas ini menimbulkan keraguan baru terhadap pemulihan ekspor minyak dari Teluk Persia yang baru-baru ini terjadi. Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz sebenarnya telah berangsur pulih setelah gencatan senjata bulan lalu, namun para pedagang kini khawatir serangan lebih lanjut dapat menghambat pemulihan tersebut dan kembali mengancam aliran minyak mentah.

Back to latest news

LATEST