Story

AS Serang Tiga Tanker Minyak Iran Setelah Serangan IRGC, Kata CENTCOM

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 5, 20261 min read
AS Serang Tiga Tanker Minyak Iran Setelah Serangan IRGC, Kata CENTCOM

Summary

Pasukan AS menyerang tiga tanker minyak Iran sebagai balasan atas serangan rudal balistik Garda Revolusi Iran terhadap dua kapal Angkatan Laut AS, yang meningkatkan ketegangan geopolitik dan risiko pasokan minyak global.

Text size
Background

Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga tanker minyak Iran pada hari Sabtu, sebagai balasan atas serangan rudal balistik terhadap dua kapal Angkatan Laut AS, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM). Insiden ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang telah mengganggu pasokan energi global dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Rincian Serangan Balasan

CENTCOM menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menembakkan rudal balistik ke arah dua kapal Angkatan Laut AS. Salah satu tanker minyak yang menjadi target berada di lepas pantai Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.

"Biarlah pesan ini jelas bagi IRGC: Jika Anda menembak dua kapal kami, kami akan memberlakukan biaya ekonomi yang lebih tinggi lagi—dengan menghancurkan tiga kapal Anda," kata Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS. CENTCOM mengonfirmasi tidak ada personel Amerika yang terluka dalam serangan IRGC tersebut.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa empat rudal AS menghantam sebuah tanker di area pelabuhan Kharg. Mengutip sumber lokal, Tasnim menyatakan tidak ada korban jiwa dan awak tanker sedang dievakuasi. Belum ada pengumuman resmi dari otoritas Iran mengenai insiden ini.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Dampak Pasar dan Konteks Geopolitik

Eskalasi terbaru ini menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan minyak dari kawasan tersebut. Pada hari Jumat, harga minyak mentah Brent ditutup pada level tertinggi sejak 24 Juli, yaitu $96,28 per barel, didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Konflik ini telah berlangsung sejak AS melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan Februari. Sebelumnya, AS telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah Teheran secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur air vital yang menyalurkan seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang. Iran adalah produsen terbesar ketiga di OPEC, dan 90% ekspor minyak mentahnya sebelum perang dikirim melalui Pulau Kharg, yang kini alirannya terganggu akibat blokade.

Back to latest news

LATEST