Story
Kontrak Berjangka Saham AS Turun karena Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS 5% Mempengaruhi Sektor Teknologi, Perhatian Tertuju pada KTT Trump-Xi

Summary
Kontrak berjangka saham AS sedikit turun karena imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan melampaui 5%, menekan saham-saham teknologi. Investor memantau dengan cermat pertemuan penting antara presiden AS dan Tiongkok yang berfokus pada perdagangan dan kecerdasan buatan.
Kontrak berjangka indeks saham AS mencatat sedikit penurunan pada perdagangan malam hari Rabu, setelah sesi di mana lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah menghukum saham-saham teknologi. Fokus investor sekarang tertuju pada pertemuan puncak penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Pada pukul 21:02 ET (01:02 GMT), kontrak berjangka S&P 500 turun 0,1%, kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 0,1%, dan kontrak berjangka Dow Jones turun 0,13%, menurut data dari Investing.com.
Wall Street Tertekan oleh Lonjakan Imbal Hasil
Pergerakan pada kontrak berjangka mengikuti hari yang negatif di Wall Street, di mana NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi memimpin kerugian dengan penurunan 1,1% dari rekor tertinggi baru-baru ini. Katalis utama adalah lonjakan tajam imbal hasil obligasi pemerintah, yang menciptakan hambatan bagi ekuitas, khususnya perusahaan teknologi yang berorientasi pada pertumbuhan, dengan membuat pendapatan masa depan mereka kurang menarik.
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan melonjak melewati 5%, sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007. Kenaikan ini dipicu oleh data indeks manajer pembelian yang lebih kuat dari perkiraan, yang menunjukkan kekuatan berkelanjutan dalam perekonomian AS dan kekhawatiran baru atas kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve. Komentar hawkish dari Gubernur Federal Reserve Michael Barr juga berkontribusi pada tekanan kenaikan imbal hasil.
KTT AS-China dalam Fokus
AdPara pelaku pasar mengamati dengan cermat perkembangan diplomatik saat Presiden China Xi Jinping tiba di Washington pada hari Rabu untuk pembicaraan bilateral dengan Presiden Trump yang dijadwalkan pada hari Kamis. Agenda tersebut diperkirakan akan didominasi oleh diskusi tentang hubungan perdagangan dan peraturan seputar kecerdasan buatan.
Menjelang KTT utama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng. Bessent mengatakan kepada Fox News pada hari Rabu bahwa kedua negara telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan yang ada selama dua bulan, sehingga batas waktunya diperpanjang hingga awal Januari. Investor juga akan memperhatikan kesepakatan apa pun mengenai ekspor logam tanah jarang China dan komitmennya untuk membeli barang-barang pertanian AS.
Hambatan Geopolitik Menambah Kehati-hatian
Sentimen juga terpengaruh oleh kenaikan harga minyak di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran. Menurut laporan, AS menolak proposal baru-baru ini dari Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, dan para pejabat AS telah meremehkan pentingnya dialog baru-baru ini antara kedua negara. Ketidakpastian geopolitik ini menambah nada hati-hati di pasar.