Story

Kontrak Berjangka AS Melemah di Tengah Krisis Selat Hormuz Jelang Musim Laba

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 13, 20262 min read
Kontrak Berjangka AS Melemah di Tengah Krisis Selat Hormuz Jelang Musim Laba
Text size
Background

Kontrak berjangka untuk indeks S&P 500 dan Nasdaq melemah pada hari Senin, karena meningkatnya konflik di Timur Tengah dan laporan yang simpang siur mengenai penutupan Selat Hormuz memicu respons penghindaran risiko (*risk-off*). Gejolak geopolitik ini terjadi pada momen krusial bagi Wall Street, tepat menjelang musim laporan keuangan kuartal kedua yang akan menguji kekuatan fundamental pasar.

Menurut data pukul 05:45 ET, Kontrak Berjangka S&P 500 turun 0,25% dan Kontrak Berjangka Nasdaq 100 anjlok 0,9%. Sebaliknya, Kontrak Berjangka Dow Jones sedikit menguat 0,12%.

Eskalasi Geopolitik Memicu Sentimen Pasar

Komando Pusat AS (Centcom) melaporkan telah melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran selama akhir pekan. Laporan terpisah menyebutkan bahwa Teheran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Teheran menyatakan Selat Hormuz ditutup untuk pelayaran komersial, sebuah klaim yang dibantah oleh Centcom yang menyatakan jalur air tersebut tetap terbuka.

Eskalasi ini mendorong harga minyak naik tajam pada hari Senin, memicu kekhawatiran atas inflasi yang didorong oleh energi. Hal ini dapat mendorong Federal Reserve untuk mengambil sikap yang lebih *hawkish* dalam beberapa bulan mendatang. Namun, harga minyak Brent masih diperdagangkan jauh di bawah puncaknya yang tercapai pada awal perang AS-Iran.

Sektor Teknologi Tertekan Jelang Rilis Laba

Sample IUX Markets – In-articleAd

Penurunan tajam pada kontrak berjangka Nasdaq mengindikasikan potensi pembukaan sesi yang sulit bagi saham-saham teknologi. Hal ini sejalan dengan aksi jual agresif semalam di pusat-pusat produsen chip Asia. Penurunan ini dipimpin oleh SK Hynix dari Korea Selatan, yang sahamnya anjlok hingga 14% di bursa Seoul.

Pelemahan ini terjadi hanya satu sesi setelah perusahaan tersebut merayakan debutnya yang sukses di Nasdaq, di mana American Depository Receipts (ADR) miliknya melonjak hampir 13%. Kemunduran ini mencerminkan aksi ambil untung dan kekhawatiran pasar mengenai valuasi kecerdasan buatan (AI) yang dinilai sudah terlalu tinggi. Sektor chip akan menghadapi pengawasan lebih lanjut minggu ini menjelang rilis laporan keuangan dari para pemimpin industri seperti ASML Holding dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC).

Musim Laba Kuartal II Menjadi Ujian Fundamental

Turbulensi geopolitik berisiko membayangi dimulainya musim laporan keuangan kuartal kedua minggu ini, yang dipandang sebagai ujian fundamental terhadap valuasi ekuitas yang tinggi. Investor akan mencermati apakah laba perusahaan dapat bertahan di tengah gangguan ekonomi akibat perang dan biaya energi yang meningkat.

Lembaga perbankan besar Wall Street akan memulai musim laporan ini pada hari Selasa, termasuk JPMorgan Chase, Bank of America, Goldman Sachs, Wells Fargo, dan Citigroup. Laporan dari sektor keuangan ini akan dianalisis secara ketat untuk mencari sinyal mengenai ketahanan konsumen dan kesehatan kredit di tengah suku bunga yang tinggi. Raksasa lintas sektor seperti Johnson & Johnson, UnitedHealth Group, dan Netflix juga dijadwalkan untuk melaporkan kinerjanya di akhir pekan.

Back to latest news

LATEST