Story
Senat AS Akan Voting RUU Sanksi Energi Rusia dan Iran

Summary
Senat AS dijadwalkan untuk memulai pemungutan suara mengenai legislasi sanksi besar-besaran terhadap sektor energi Rusia, sebuah langkah yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Moskow dan juga sebagai penghormatan kepada mendiang Senator Lindsey Graham.
Senat Amerika Serikat akan memulai pemungutan suara untuk rancangan undang-undang (RUU) sanksi energi yang komprehensif terhadap Rusia pada hari Selasa. Langkah ini bertepatan dengan kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy ke Capitol Hill dan dipandang sebagai penghormatan kepada mendiang Senator Lindsey Graham, penggagas RUU tersebut, pada hari pemakamannya.
Rincian Legislasi Sanksi
RUU yang sekarang bernama "Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026" ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina. Menurut laporan Reuters, legislasi ini juga mencakup sanksi terhadap Iran, yang ditambahkan atas permintaan Presiden Donald Trump.
Inti dari RUU ini adalah pemberian wewenang kepada presiden untuk memberlakukan sanksi terhadap pejabat Rusia dan menerapkan tarif yang tinggi terhadap negara-negara yang menjadi konsumen utama energi Rusia. Beberapa poin kunci dari usulan tersebut antara lain:
- Otoritas untuk mengenakan tarif hingga 100% pada barang-barang impor dari negara-negara yang membeli sebagian besar minyak atau gas Rusia.
- Target tarif terbatas pada lima importir terbesar minyak mentah atau gas Rusia dan lima negara teratas yang membantu Rusia menghindari sanksi.
- Negara-negara yang berpotensi terdampak termasuk Tiongkok, India, Jepang, dan beberapa negara di Uni Eropa.
Perdebatan Politik dan Potensi Dampak Pasar
Meskipun ada dukungan bipartisan yang luas untuk menekan Rusia, RUU ini menghadapi tantangan signifikan. Kalangan Partai Demokrat menyuarakan keprihatinan bahwa pemberian wewenang tarif yang luas kepada Presiden Trump dapat disalahgunakan. Mereka khawatir hal ini dapat merugikan konsumen Amerika dan sekutu-sekutu AS, terutama di Eropa.
Ad"Ini bukan RUU sanksi, melainkan wewenang tersembunyi yang masif bagi Presiden Trump untuk memberlakukan lebih banyak tarif, termasuk terhadap sekutu Eropa kita, yang merugikan keluarga Amerika," kata Perwakilan Gregory Meeks, petinggi Demokrat di Komite Urusan Luar Negeri Majelis Rendah. Kekhawatiran ini mengancam prospek lolosnya RUU tersebut di Senat dan Majelis Rendah.
Bagi pasar, jika RUU ini menjadi undang-undang, hal ini dapat menyebabkan disrupsi signifikan pada pasar energi global. Ancaman tarif tinggi terhadap importir besar energi Rusia dapat memicu volatilitas harga minyak dan gas alam, karena negara-negara tersebut mungkin akan mencari sumber pasokan alternatif dalam waktu singkat.
Konteks dan Kunjungan Zelenskiy
Penjadwalan pemungutan suara ini memiliki makna simbolis yang kuat. Senator Lindsey Graham, yang meninggal mendadak pada 11 Juli, adalah salah satu sekutu Kyiv yang paling vokal di Kongres. Pemungutan suara ini diadakan sebagai penghormatan kepadanya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy datang ke Washington untuk menghadiri pemakaman Graham dan bertemu dengan para anggota parlemen serta Presiden Trump. Menurut sumber di Senat, para senator dari kedua partai ingin menunjukkan rasa hormat kepada Graham, meskipun beberapa memiliki keraguan terhadap isi RUU tersebut, terutama terkait klausul tarif.