Story

AS Jatuhkan Sanksi Baru Terkait Iran di Tengah Eskalasi Konflik

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 12, 20262 min read
AS Jatuhkan Sanksi Baru Terkait Iran di Tengah Eskalasi Konflik
Text size
Background

Pemerintah Amerika Serikat pada hari Jumat menjatuhkan sanksi baru terkait Iran yang menargetkan seorang pemodal utama untuk Pemimpin Tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, beserta 13 individu dan entitas lainnya. Langkah ini diambil setelah Teheran kembali melancarkan serangan terhadap kapal tanker minyak di Selat Hormuz, menurut Departemen Keuangan AS.

Detail Sanksi dan Target Utama

Sanksi tersebut secara spesifik menargetkan Ali Ansari, seorang bankir dan pengusaha Iran yang berbasis di Dubai. Menurut Departemen Keuangan, Ansari diduga menyalurkan kekayaan publik ke dalam portofolio properti dan komersial di luar negeri untuk memperkaya dirinya sendiri, elite pemerintah, dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Office of Foreign Assets Control (OFAC) Departemen Keuangan AS juga menargetkan:

  • Tiga rumah pialang valuta asing yang berbasis di Iran.
  • Beberapa "perusahaan samaran" asing yang disebut memindahkan miliaran dolar setiap tahun atas nama bank-bank Iran yang terkena sanksi.
  • Perusahaan-perusahaan ini termasuk CDM Trading Limited yang berbasis di Hong Kong dan Naba Alzaki Raw Materials Trading LLC yang berbasis di Uni Emirat Arab.

Departemen Keuangan menyatakan bahwa Ansari menggunakan banyak perusahaan cangkang dan rekening bank di berbagai yurisdiksi untuk mengumpulkan kepemilikan bernilai jutaan dolar di bawah Smart Global Limited, sebuah perusahaan induk yang berbasis di Saint Kitts dan Nevis.

Latar Belakang dan Reaksi Internasional

Sample IUX Markets – In-articleAd

Sanksi ini diumumkan setelah seminggu penuh konflik baru, di mana kapal tanker komersial Qatar dan Saudi diserang oleh Iran, yang memicu serangan balasan dari AS ke situs-situs Iran. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa departemennya akan "terus menggunakan setiap alat yang tersedia" untuk mengisolasi Khamenei dan pejabat tinggi Iran lainnya dari sistem keuangan global.

Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menuduh AS melanggar Pasal 9 dari nota kesepahaman yang disepakati, yang menyatakan bahwa Washington tidak akan memberlakukan sanksi baru. "Kenyataannya: hanya bisa ada kepatuhan bersama," tulis Araqchi di platform media sosial X.

Implikasi bagi Pasar dan Geopolitik

Langkah sanksi terbaru ini mengirimkan sinyal yang jelas tentang pengerasan sikap Washington terhadap Teheran. Brett Erickson, managing principal di Obsidian Risk Advisors, mengatakan bahwa tindakan ini menunjukkan Washington tidak lagi mencoba menyelamatkan kerangka kerja yang ada, melainkan bersiap untuk menggantinya sepenuhnya.

Bagi investor dan pasar, eskalasi ini meningkatkan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama untuk pasar energi. Selat Hormuz adalah jalur pelayaran vital untuk pasokan minyak global, dan gangguan lebih lanjut atau konflik yang meluas dapat secara signifikan memengaruhi harga minyak mentah dan stabilitas pasar keuangan.

Back to latest news

LATEST