Story

AS Serang Iran, Harga Minyak Melonjak di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 30, 20262 min read
AS Serang Iran, Harga Minyak Melonjak di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

Summary

Militer AS melancarkan serangan baru di Iran sebagai balasan atas serangan sebelumnya, memicu lonjakan harga minyak mentah Brent lebih dari 8% di atas $90 per barel seiring meluasnya konflik regional.

Text size
Background

Militer Amerika Serikat melancarkan serangan baru di Iran pada hari Rabu, sebuah eskalasi signifikan dalam konflik lima bulan yang semakin meluas dan menarik lebih banyak negara di kawasan tersebut. Perkembangan ini secara langsung memicu gejolak di pasar komoditas, dengan harga minyak mentah melonjak tajam akibat meningkatnya risiko geopolitik.

Eskalasi Konflik Meluas

Komando Pusat AS (U.S. Central Command) mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada pukul 20:00 ET (00:00 GMT). Serangan tersebut digambarkan sebagai "respons yang kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah."

Eskalasi ini terjadi setelah serangkaian insiden di seluruh kawasan. Sebelumnya pada hari Rabu, perusahaan keamanan maritim Inggris Ambrey melaporkan sebuah drone menghantam kapal tanker penyimpanan gas milik AS di pelabuhan Damietta, Mesir. Secara terpisah, pasukan AS dan Arab Saudi melancarkan serangan gabungan terhadap kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak timur, sementara Iran menembakkan misil ke pasukan AS di Yordania.

Dampak Pasar: Harga Minyak Melonjak

Ketidakpastian geopolitik yang meningkat dengan cepat berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak mengalami salah satu lonjakan paling tajam dalam konflik lima bulan ini.

  • Harga minyak mentah acuan Brent naik lebih dari 8%, mendorong harganya jauh di atas $90 per barel.
  • Kenaikan ini membalikkan penurunan tajam yang terjadi di awal minggu setelah Presiden AS Donald Trump secara tak terduga menghentikan serangan AS sebelumnya.
Sample IUX Markets – In-articleAd

Langkah militer terbaru ini menegaskan kembali premi risiko yang signifikan di pasar minyak, di mana para investor khawatir akan potensi gangguan pasokan dari salah satu wilayah produsen minyak terpenting di dunia.

Keterlibatan Regional dan Latar Belakang

Serangan gabungan AS-Saudi di Irak menandai pertama kalinya Riyadh secara terbuka bergabung dalam serangan bersama Washington. Serangan ini menargetkan Pasukan Mobilisasi Populer Irak, kelompok paramiliter kuat yang didukung Iran, yang menyatakan sedikitnya 20 anggotanya tewas dan 32 lainnya luka-luka.

Serangan balasan ini dilancarkan sebagai respons atas serangan drone terhadap target minyak Arab Saudi yang menurut Washington dan Riyadh diluncurkan dari Irak. Namun, menurut dua sumber yang dikutip oleh Reuters, menteri pertahanan Saudi kemudian bertemu dengan pejabat AS untuk mendesak agar tidak ada eskalasi lebih lanjut, menyoroti kekhawatiran akan "risiko besar yang tidak diketahui."

Konflik yang lebih luas dimulai pada bulan Februari ketika AS dan Israel melancarkan kampanye pengeboman di Iran. Iran mengonfirmasi telah menembaki pangkalan AS di Yordania dan kapal-kapal di Selat Hormuz, rute pelayaran global yang krusial untuk ekspor minyak dan gas.

Back to latest news

LATEST