Story

DPR AS Akan Voting RUU Penetapan Waktu Musim Panas Permanen

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Jul 11, 20262 min read
DPR AS Akan Voting RUU Penetapan Waktu Musim Panas Permanen
Text size
Background

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat akan melakukan pemungutan suara minggu depan mengenai rancangan undang-undang (RUU) untuk menjadikan Waktu Musim Panas (Daylight Saving Time/DST) permanen. Langkah ini, jika disetujui, akan mengakhiri praktik penggantian jam dua kali setahun yang telah berlaku di hampir seluruh AS sejak tahun 1960-an.

Detail Legislasi

RUU yang dikenal sebagai Sunshine Protection Act ini sebelumnya telah disetujui oleh Komite Energi dan Perdagangan DPR pada bulan Mei dengan perolehan suara 48-1. Berdasarkan pemberitahuan yang dirilis pada hari Kamis, RUU tersebut kini akan dibawa ke pemungutan suara di tingkat paripurna.

Pada Maret 2022, Senat AS telah secara bulat meloloskan RUU serupa, namun DPR saat itu tidak menindaklanjutinya. Jika RUU ini lolos di DPR minggu depan, Senat perlu mempertimbangkannya kembali. Proposal tersebut juga memberikan opsi bagi negara-negara bagian untuk tidak ikut serta (opt out).

Argumen Ekonomi dan Dampak Sosial

Para pendukung RUU ini berpendapat bahwa penghapusan pergantian jam dapat memberikan manfaat signifikan. Mereka mengklaim perubahan waktu menyebabkan gangguan tidur, peningkatan cedera di tempat kerja, dan lebih banyak kecelakaan mobil. Dari sisi ekonomi, malam yang lebih terang di musim dingin diyakini akan mendorong lebih banyak aktivitas ekonomi.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Anggota DPR Frank Pallone, seorang Demokrat dari New Jersey, menyatakan bahwa DST permanen "lebih baik untuk keselamatan dan akan mendorong industri pariwisata New Jersey." Sentimen ini juga didukung di Florida, di mana malam yang lebih panjang dianggap menguntungkan lapangan golf dan fasilitas olahraga lainnya, yang pada gilirannya dapat meningkatkan belanja konsumen di sektor rekreasi.

Potensi Tantangan dan Latar Belakang

Meski demikian, RUU ini menghadapi penolakan. Senator Tom Cotton, seorang Republikan dari Arkansas, menyuarakan keprihatinan bahwa DST permanen akan menyebabkan matahari terbit sangat terlambat di musim dingin. Menurutnya, hal ini akan memaksa anak-anak pergi ke sekolah dalam kegelapan di sebagian besar wilayah negara.

Secara historis, AS pernah menerapkan DST sepanjang tahun selama Perang Dunia II dan kembali pada tahun 1974 untuk mengurangi penggunaan energi. Namun, kebijakan pada tahun 1974 terbukti sangat tidak populer dan Kongres mencabutnya pada tahun yang sama. Pengalaman ini menunjukkan bahwa konsensus publik mengenai isu ini masih menjadi tantangan.

Back to latest news

LATEST