Story

Baker Hughes: Jumlah Rig Energi AS Stagnan di 588 Unit untuk Minggu Kedua

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 5, 20261 min read
Baker Hughes: Jumlah Rig Energi AS Stagnan di 588 Unit untuk Minggu Kedua

Summary

Laporan terbaru Baker Hughes menunjukkan jumlah rig minyak dan gas aktif di AS tidak berubah untuk minggu kedua berturut-turut, menandakan kehati-hatian produsen meski ada proyeksi kenaikan produksi di masa depan.

Text size
Background

Jumlah total rig minyak dan gas aktif di Amerika Serikat tidak berubah pada pekan ini, bertahan di angka 588 unit untuk minggu kedua berturut-turut. Data dari perusahaan jasa energi Baker Hughes ini mengindikasikan stabilisasi dalam aktivitas pengeboran setelah periode penurunan yang panjang.

Rincian Data Rig

Laporan mingguan tersebut menunjukkan pergerakan yang saling meniadakan antara rig minyak dan gas alam. Rincian pergerakan rig untuk pekan ini adalah sebagai berikut:

  • Rig minyak bertambah 2 unit menjadi 449.
  • Rig gas alam berkurang 2 unit menjadi 130.
  • Rig lainnya tetap tidak berubah di angka 9.

Konteks dan Tren Jangka Panjang

Stabilitas saat ini terjadi di tengah tren penurunan jumlah rig yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut sumber tersebut, jumlah rig keseluruhan telah turun 20% pada 2023, 5% pada 2024, dan 7% lebih lanjut pada 2025.

Sample IUX Markets – In-articleAd

Kecenderungan ini sebagian besar didorong oleh harga minyak yang lebih rendah pada periode tersebut. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan energi untuk memprioritaskan pengembalian modal kepada pemegang saham dan pengurangan utang daripada berinvestasi dalam kapasitas produksi baru.

Proyeksi Produksi Tetap Optimistis

Meskipun aktivitas pengeboran cenderung melambat, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) memproyeksikan produksi energi domestik akan terus meningkat. EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS akan naik dari rekor 13,6 juta barel per hari (bph) pada 2025 menjadi 13,8 juta bph pada 2026.

EIA mendasarkan proyeksi kenaikan tersebut pada ekspektasi kenaikan harga spot minyak WTI pada 2026, yang menurut agensi tersebut dapat dipengaruhi oleh potensi gangguan pasokan. Untuk gas alam, EIA memproyeksikan produksi akan meningkat dari rekor 107,6 miliar kaki kubik per hari (bcfd) pada 2025 menjadi 111,2 bcfd pada 2026, didorong oleh permintaan kuat dari pusat data dan ekspor gas alam cair (LNG).

Back to latest news

LATEST