Story
Dolar Stabil Setelah Sesi Terburuk, Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

Summary
Dolar AS bergerak stabil pada hari Senin setelah mengalami sesi terburuknya sejak akhir April, dengan perhatian investor kini tertuju pada prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
Dolar AS bergerak sedikit berubah pada hari Senin, setelah mencatat hari terburuknya sejak akhir April pada sesi sebelumnya. Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berada tipis di atas garis datar di 100,85. Pelemahan sebelumnya dipicu oleh laporan nonfarm payrolls AS untuk bulan Juni yang lebih lemah dari perkiraan.
Data tenaga kerja tersebut memberi Federal Reserve (The Fed) ruang untuk mempertahankan suku bunga dan tidak memperketat kebijakan. Fokus pasar kini tertuju pada risalah pertemuan The Fed bulan Juni yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai pemikiran para pembuat kebijakan. Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, sebelumnya mengisyaratkan bahwa bank sentral akan fokus memerangi inflasi tanpa memberikan panduan ke depan (forward guidance).
Sementara itu, euro sedikit lebih tinggi terhadap dolar setelah rilis data harga produsen industri dan penjualan ritel Zona Euro. Harga produsen industri naik 5,9% secara tahunan (Y/Y) pada bulan Mei. Bank Sentral Eropa (ECB) sebelumnya telah menaikkan suku bunga, tetapi dengan ekspektasi inflasi yang menurun, kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut dinilai semakin kecil.
AdDi Asia, yen Jepang tetap lemah, diperdagangkan di dekat level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar. Pasangan USD/JPY berada di atas level 160, ambang batas yang sebelumnya memicu intervensi besar dari otoritas Jepang. Pelemahan yen terus berlanjut meskipun Bank of Japan telah menaikkan suku bunga pada bulan Juni dan memperingatkan akan adanya langkah-langkah yang lebih hawkish.