Story

Cadangan Minyak Mentah AS Turun Tajam 4,5 Juta Barel, Lampaui Ekspektasi

ENTHMSVIIDZHZH-TWJAKOHI
Sep 2, 20262 min read
Cadangan Minyak Mentah AS Turun Tajam 4,5 Juta Barel, Lampaui Ekspektasi

Summary

Stok minyak mentah komersial di Amerika Serikat anjlok 4,5 juta barel pekan lalu, jauh melebihi perkiraan analis, menurut data resmi. Namun, data produk olahan yang beragam memberikan gambaran permintaan yang lebih kompleks.

Text size
Background

Cadangan minyak mentah komersial Amerika Serikat turun secara signifikan sebesar 4,5 juta barel menjadi 424,5 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus, menurut laporan Energy Information Administration (EIA) hari ini. Penurunan ini jauh lebih besar dari ekspektasi analis yang memperkirakan kontraksi sebesar 1,1 juta barel.

Rincian Data Inventaris

Data EIA menunjukkan bahwa penurunan tajam stok minyak mentah sebagian besar didorong oleh peningkatan aktivitas kilang. Operasi kilang minyak mentah naik 103.000 barel per hari, dengan tingkat utilisasi naik 0,6 poin persentase menjadi 98%.

Di sisi lain, stok di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, yang menjadi patokan harga untuk West Texas Intermediate (WTI), justru mengalami kenaikan tipis sebesar 80.000 barel. Selain itu, impor bersih minyak mentah AS juga dilaporkan turun 79.000 barel per hari selama pekan tersebut, yang turut berkontribusi pada penarikan stok.

Stok Produk Olahan Beragam

Berbeda dengan minyak mentah, data untuk produk olahan menunjukkan hasil yang beragam dan dapat mengindikasikan gambaran permintaan yang lebih lemah.

Sample IUX Markets – In-articleAd
  • Stok bensin: Turun 1,2 juta barel menjadi 205,7 juta barel. Meskipun menurun, angka ini lebih kecil dari perkiraan analis untuk penarikan sebesar 1,8 juta barel.
  • Stok distilat: Secara tak terduga, stok distilat yang mencakup solar dan minyak pemanas, justru naik 0,8 juta barel menjadi 104,2 juta barel. Angka ini berbanding terbalik dengan ekspektasi pasar yang memprediksi penurunan 1,3 juta barel.

Implikasi bagi Pasar

Penurunan besar pada cadangan minyak mentah secara umum dianggap sebagai sinyal *bullish* atau positif untuk harga minyak, karena mengindikasikan permintaan yang kuat dari kilang pengolahan. Hal ini menunjukkan bahwa kilang meningkatkan produksi untuk memenuhi antisipasi permintaan bahan bakar.

Namun, gambaran yang beragam dari produk olahan dapat membatasi sentimen positif tersebut. Penarikan bensin yang lebih rendah dari perkiraan dan kenaikan tak terduga pada stok distilat dapat menandakan bahwa permintaan dari konsumen akhir mungkin tidak sekuat yang tersirat dari tingkat aktivitas kilang yang tinggi.

Back to latest news

LATEST