Story
Saham Bank-Bank Besar AS Melemah Pasca Proyeksi Suram Bank of America

Saham-saham bank besar Amerika Serikat ditutup di zona merah pada perdagangan hari Selasa, tertekan oleh proyeksi pendapatan perbankan investasi yang mengecewakan dari Bank of America untuk kuartal ketiga.
Proyeksi di Bawah Ekspektasi
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, CEO Bank of America memproyeksikan bahwa pendapatan dari *investment banking fees* untuk kuartal ketiga akan berada di kisaran $1,6 miliar hingga $1,8 miliar. Selain itu, pendapatan dari aktivitas penjualan dan perdagangan (*sales and trading*) diperkirakan akan datar (*flat*) untuk periode yang sama.
Angka proyeksi tersebut secara signifikan berada di bawah ekspektasi pasar. Menurut data dari S&P Global Visible Alpha, para analis Wall Street sebelumnya mengantisipasi pendapatan *investment banking fees* sebesar $2,04 miliar untuk kuartal ini. Kesenjangan ini menandakan potensi perlambatan dalam aktivitas kesepakatan korporat.
Dampak ke Sektor Perbankan
AdPeringatan dari salah satu bank terbesar di AS ini memicu aksi jual di seluruh sektor perbankan. Indeks S&P 500 Banks tercatat turun 0,7% pada penutupan perdagangan.
Koreksi harga saham dialami oleh para pemain utama di Wall Street, di antaranya:
- Goldman Sachs (GS): -2,5%
- Morgan Stanley (MS): -1,8%
- JPMorgan Chase (JPM): -1,4%
- Citigroup (C): -0,5%
- Bank of America (BAC): -0,4%
Bagi investor, prospek yang lebih lemah dari Bank of America menimbulkan kekhawatiran bahwa lingkungan ekonomi yang menantang dapat terus menekan pendapatan dari aktivitas pasar modal dan penasihat keuangan di seluruh industri perbankan.