Story
Saham UniFirst Anjlok karena FTC Berupaya Memblokir Merger Cintas Senilai $5,5 Miliar

Saham UniFirst Corporation (NYSE: UNF) anjlok hampir 10% dalam perdagangan pagi setelah Komisi Perdagangan Federal AS mengumumkan niatnya untuk mengajukan gugatan untuk memblokir akuisisi perusahaan senilai $5,5 miliar oleh pesaingnya, Cintas. Penurunan harga saham mencerminkan peningkatan signifikan keraguan investor bahwa kesepakatan tersebut akan selesai, diperparah oleh memburuknya hasil keuangan UniFirst secara mandiri baru-baru ini.
FTC Menantang Penggabungan dengan Alasan Antimonopoli
FTC menantang penggabungan tersebut dengan alasan bahwa hal itu akan secara substansial mengurangi persaingan di pasar penyewaan seragam dan layanan fasilitas. Menurut laporan dari Investing.com, keputusan lembaga tersebut untuk langsung melakukan litigasi, daripada menegosiasikan solusi struktural seperti divestasi aset, menunjukkan bahwa regulator percaya tidak ada solusi sederhana yang dapat mengatasi kekhawatiran antimonopoli mereka.
Langkah ini merupakan peningkatan signifikan dalam proses peninjauan regulasi. Kedua perusahaan sebelumnya telah sepakat untuk tidak menutup transaksi sebelum 11 Desember 2026, untuk memberi waktu kepada lembaga tersebut untuk menyelesaikan investigasinya.
Reaksi Pasar dan Selisih Arbitrase
Reaksi pasar sangat cepat, dengan saham UniFirst jatuh hingga 9,9% ke level terendah intraday $232,36. Saham tersebut masih jauh di bawah level tertinggi 52 minggu sebesar $306,67, level yang sebagian besar didukung oleh perkiraan penyelesaian akuisisi.
Indikator utama sentimen investor, selisih arbitrase merger, melonjak dari sekitar $50 menjadi $77. Kesenjangan yang melebar ini mencerminkan penilaian ulang yang tajam oleh para pedagang terhadap kemungkinan transaksi akan berhasil ditutup. Penurunan saham UniFirst terjadi bahkan ketika indeks S&P 500 dan Nasdaq yang lebih luas diperdagangkan lebih tinggi pada hari itu.
AdFundamental yang Melemah Menambah Tekanan
Tekanan pada saham semakin meningkat karena melemahnya kinerja keuangan UniFirst yang mendasar. Jika kesepakatan Cintas pada akhirnya gagal, investor akan tetap memegang saham di perusahaan dengan profil keuangan yang kurang menarik.
Untuk tahun fiskal 2026, UniFirst melaporkan:
- Penurunan tajam dalam laba bersih.
- Penurunan sekitar 50% dalam arus kas bebas.
Kombinasi antara premi merger yang runtuh dan fundamental yang memburuk telah menciptakan aksi jual yang sangat parah untuk saham perusahaan.